Jenis-Jenis Maintenance

Dalam menentukan kebijaksanaan maintenance, umumnya terdapat 2 jenis maintenance, yaitu sebagai berikut.

Planned (preventive) maintenance.
Breakdown (corrective) maintenance

Preventif Maintanance
Kegiatan preventive maintenance bertujuan untuk mengurangi kemungkinan cepat rusak dan kondisi mesin selalu slap pakai. Caranya adalah sebagai berikut.
Patrol/Regular Preventive Maintenance Inspection
Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan cara memeriksa setiap bagian mesin secara berpatroli dan berurutan sesuai dengan schedule.


Major Overhaul (turun mesin)
Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan mengadakan pembongkaran menyelurah dan penelitian terhadap mesin, serta melakukan penggantian suku cadang yang sesuai dengan spesifikasinya. 


Untuk memudahkan melaksanakan maintenance maka kegiatan maintenance yang dilakukan sebaiknya berdasarkan:


Sistem work order atau work order system merupakan kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pesanan dari bagian produksi maupun dari bagian-bagian lain.
Check list system merupakan daftar atau schedule yang telah dibuat untuk melakukan kegiatan maintenance dengan cara pemeriksaan terhadap setiap mesin secara berkala.
Rencana kerja triwulan, yaitu kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pengalaman atau berdasarkan catatan sejarah mesin, misalnya kapan suatu mesin harus dirawat atau diperbaiki.


Work order atau Surat perintah memuat tentang:
apa yang harus dikedakan;
siapa yang menger akandanbertanggungjawab,
alat-alat yang dibutuhkan serta macamnya;
waktu yang dibutuhkan untuk menger akan pekedaan pemeliharaan tersebut dan kapan waktu penyelesaiannya.
Preventive maintenance bertujuan agar hal-hal berikut terjamin.
a) Keamanan mesin dan operator (tenaga maintenance).
b) Kelancaran mesin.
c) Mutu produksi.
d) Kebersihan mesin dan lingkungan sekitarnya.


Keempat hal tersebut bermuara pada mutu produk yang primer sesuai rencana.
a. Keamanan Mesin dan Operator (nnaga Maintenance)
Untuk setiap mesin yang terdapat di dalam pabrik sudah ada ketentuan mengenai karakteristik mesin tersebut.
Misalnya: temperatur air, angin, dan oli tidak boleh melebihi standar yang sudah ditentukan. Untuk operator harus memperhatikan alat-alat pengaman yang terdapat di dalam setiap mesin

b. Kelancaran Mesin
Pemberian minyak pelumas secara teratur dan pemeriksaan mesin sert4 peralatannya secara berkala, bertujuan agar dapat menj aga kelancaran mesin sehingga proses produksi dapat ber alan lancar.
Untuk setiap mesin yang ada sudah dipasang suatu alai kontrol untuk mengetahui keadaan minyak pelumas harus ditambah. Penggantian minyak pelumas dilakukan berdasarkan j am kerja mesin atau hasil analisis minyak
di laboratorium

c. Mutu Produksi
Menjaga mutu produksi bertujuan untuk selalu dapat memenuhi standar mutu utama dengan menekan tingkat kerusakan produk serendah mungkin. Hal ini dilakukan dengan cara mempertahankan tingkat produktivitas kerja dan selalu memenuhi spesifikasi kerja yang telah ditentukan serta ketelitian dan kecermatan yang didukung oleh tekad dan kemauan kerja yang tinggi. Untuk mencapai mutu produksi tersebut bagian maintenance akan menjaga agar pabrik tetap dapat beroperasi secara efisien dengan menghindari (mengurangi) hambatan sekecil mungkin sehingga produk dapat diserahkan kepada langganan tepat pada waktunya (delivery date yang tepat). Untuk setiap mesin dibuat suatu hasil persentase kerusakan. Misalnya, untuk kerusakan produk di bagianfinishing adalah 10% dari 60% yang ditargetkan
(sasaran).

d. Kebersihan Mesin dan Lingkungan Sekitarnya
Lantai sekitar mesin harus bersih dari lumuran minyak yang berlebihan pada waktu melaksanakan pelumasan serta dari sampah yang berserakan. Hal ini untuk menghindari tedadinya kecelakaan bagi pekeda (operator) serta menciptakan kenyamanan bekerja. Kebersihan mesin dijaga dengan cara membersihkan mesin tersebut serta diadakan
pengecatan kembali.


Dalam melaksanakan kegiatan maintenance, bila perlu ada penambahan jam ker a. Biasanya penambahan jam ker a dilakukan pads hari Minggu serta hari-hari libur lain yang dikenal dengan overtime.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (libur), yaitu preventive maintenance, yakni kegiatan berikut ini.
Pelumasan atau penggantian oli.
Perbaikan terencana.
Penggantian spare part (suku cadang).
Pembongkaran serta penelitian mesin.
Pada hari kerja, kegiatan preventive maintenance dan breakdown (cor-rective) maintenance dilaksanakan dengan porsi sebagai berikut.
80% roting dan breakdown maintenance.
20% preventive maintenance.


Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan preventive maintenance dibuat suatu jadwal sebagai berikut.
a) Mendistribusikan kegiatan secara merata dalam skala waktunya dengan memperhatikan frekuensi kegiatan.
b) Menggunakan check list dengan instruksinya untuk dipakai sebagai pedoman oleh petugas maintenance, serta untuk keseragaman pelaksanaan dan pengecekan.
c) Perawatan pencegahan dilakukan tepat waktu, kecuali mesin sedang diperbaiki karena kerusakan atau sedang dibongkar (overhaul).
d) Perawatan pencegahan dilakukan menurut jadwal tertentu, yaitu hal-hal kecil yang tidak mengganggu jadwal produksi.


Contoh: Perawatan pencegahan (preventive maintenance) untuk mesin Banbury, dikepada check list yang memuat instruksi, sebagai berikut.
� Periksa kondisi dan kebocoran dust stop searing.
� Periksa kebocoran Racin Hyd. Unit.
� Periksa bolt-bolt door top and lacth cyl.
� Periksa Mc. Cord lubricator pump.
� Periksa kebocoran angin pada ram packing dan line pipa-pipa angin.
� Periksa kebocoran pada line pipa pendingin.
� Batch off mill, periksa kondisi mill knife dan kebocoran angin.
� Periksa kondisi roll-roll, pillow block bearling, convbelt, gearbox, coupling, sprocket, dan rantai pads: loading, scale, charging, crooss over conveyor.
� Periksa panborn traverse motor blower, drive chain, steel cable, mo�tor coupling screw.


MAINTENANCE
TUJUAN BELAJAR

Umum
Peserta dapat mengetahui kegiatan-kegiatan dan peralatan di workshop maintenance.

TUJUAN MAINTENANCE
Program Maintenance bertujuan untuk:
  1. Melakukan perawatan dan pemeliharaan peralatan produksi sehingga selalu berada dalam kondisi daya guna efektif.
  2. Melakukan perawatan peralatan produksi dengan biaya seekonomis mungkin.
  3. Melakukan modifikasi peralatan produksi sebagai improvement dalam mencapai standar kualitas yang lebih baik.
Maintenance dapat dikelompokkan atas tiga bagian yaitu preventive maintenance, predictive maintenance, dan breakdown maintenance.

PREVENTIVE MAINTENANCE

Preventive maintenance merupakan maintenance rutin yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan sebelum usia pakai (life time) peralatan tersebut berakhir. Preventive maintenance biasanya didasarkan pada jam operasional peralatan. Jenis-jenis preventive maintenance dapat dikelompokkan atas:

Oiling
Oiling adalah tindakan pemberian oli terhadap komponen-komponen bergerak, penggunaan oli pada umumnya untuk bagian-bagian peralatan yang tertutup seperti gearbox. Pemberian oli terdiri dari penggantian dan penambahan. Jenis oli yang digunakan setiap peralatan tidak ada yang sama tergantung pada kondisi kerja peralatan tersebut.
Untuk kondisi kerja dengan temperatur tinggi seperti turbin digunakan oli Turbo T46, sedangkan untuk hydrolic power pack dan hydrolic system lainnya menggunakan oli Turalik 52 atau Oli Meditran SAE 10.

Greasing
Merupakan proses penambahan dan penggantian grease, biasanya menggunakan alat berupa pompa grease (pispot). Grease digunakan untuk bearing, bushing dan poros.

Penggantian
Penggantian spare part rutin dilakukan sesuai dengan rancangan awal peralatan tersebut, sesuai dengan usia pakainya. Penggantian spare part tersebut untuk menjamin optimalisasi kerja unit secara keseluruhan. Seperti penggantian filter pada mesin diesel.

Penyetelan
Penyetelan dilakukan untuk mengembalikan peralatan ke kondisi semula, sehingga kerja peralatan tersebut tetap optimal. Seperti penyetelan kerenggangan rotor bar dengan ripple plate pada unit ripple mill sesuai dengan efisiensi peralatan tersebut, penyetelan damper separating colomb, secondary separating colomb dan LTDS.

PREDICTIVE MAINTENANCE

Predictive maintenance bertujuan untuk mengetahui lebih dini kemungkinan terjadinya kerusakan pada suatu unit. Dengan diketahuinya kondisi peralatan tersebut dapat dilakukan tindakan untuk mencegah peralatan tersebut breakdown pada saat beroperasi yang dapat menyebabkan terjadinya stagnasi proses produksi. Predictive maintenance terdiri dari merger tester, vibro tester, thickness tester.
  1. Merger tester digunakan untuk mengetahui tahanan isolasi dari electromotor, bila tahanan isolasi electromotor rendah perlu dilakukan serlak ulang, hal ini akan dapat mencegah electromotor terbakar.
  2. Vibro tester berfungsi untuk mengetahui getaran suatu peralatan seperti bearing, jika getarannya telah melebihi standar maka perlu dilakukan penggantian atau penambahan grease jika masih memungkinkan.
  3. Sedangkan thickness meter berfungsi untuk mengetahui ketebalan suatu unit dan laju keausan suatu peralatan sehingga dapat direncanakan penggantiannya.
BREAKDOWN MAINTENANCE

Breakdown maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan pada suatu unit yang terhenti operasinya akibat kerusakan pada alat tersebut. Pada dasarnya breakdown maintenance sangat tidak diinginkan, karena akan mengganggu proses produksi. Oleh karena itu preventive maintenance dan predictive maintenance perlu untuk dioptimalkan.

PENGANTAR  ISO 9001

ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.


Jenis-Jenis Pemeliharaan
Jenis-Jenis Pemeliharaan
    Di bawah ini akan di jelaskan beberapa dari macam-macam pemeliharaan (maintenance), yaitu:
1. Preventive Maintenance
   Adalah kegiatan pemeliharan dan perawatan yang di lakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-
   kerusakan yang tidak terduga, dan menemukan kondisi kerusakan pada waktu di gunakan. Dalam
   prakteknya preventive maintenance yang di lakukan oleh suatu perusahaan dapat di bedakan:
   a. Continue maintenance adalah kegitan pemeliharaan dan perawatan yang di lakuakan rutin. contohnya
       membersihkan fasilitas atau peralatan, pelumasan, pengecekan oli, pengecekan isi bahan bakar
       pemanasan.
   b. Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang di lakukan secara periodic atau
       dalam jangka waktu tertentu.
2. Corecttive Maintenance
    Adalah pemeliharaan yang di lakaukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan pada fasilitas
    atau   peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Perawatan ini merupakan pemeliharaan dan
    tidak di jadwalkan dan biasa terjadi.
3. Improve maintenance
      Adalah suatu perawatan peningkatan dipakai bila dilakukan modifikasi pada peralatan sehingga 
    kondisinya meningkat dengan tujuan agar kerusakan tersebut tidak terulang dan mampu beroperasi sampai
    masa kerjanya (lifetime) tercapai.
4. Breakdown Maintenance
        Jenis perawatan ini hanya bisa di lakaukan apabila mesin samasekali mati karena ada kerusakan atau 
    kelainan dan tidak mungkin dapat di operasikan. Untuk dapat memperbaikinya maka prinsip kerja dari
    peralatan yang bersangkuta harus dapat di kuasai. Dengan di kuasainya prinsip kerja peralatan tersebut
    maka diagnosa terhadap kerusakan dapat di lakukan dengan cepat dan tepat.
Sifat Breakdown dapat di bedakan menjadi:
�    Sporadic, yatu breakdown yang terjadi mendadak, dramatis atau kerusakan - kerusakan alat yang yang
      tidak terduga, breakdown maintenance jenis ini bisa terjadi dan mudah di tanggulangi.
�    Kronis, yaitu minor breakdown tetapi frekuensi kejadiannya tinggi. Breakdown jenis ini sering di abaikan
      atau di lupakan setelah beberapakali usaha pengulangan yang gagal. Breakdown akan menyebabkan
      beberapa kerugian baik yang langsung maupun yang tidak langsung:
�    Kerugian langsung mencangkut biaya perbaikan, biaya pencegahan, kerugian cacat produk, dan lain
      sebagainya.
�    Kerugian tidak langsung mencakup penurunan produksi, merosotnya moral karyawan, menurunkan atau
      merusak citra perusahaan
Sumber: http://teknikmesinpnup.blogspot.co.id

Perbedaan dan Perbandingan Aki Kering dengan Aki Basah

Perbedaan dan Perbandingan Aki Kering dengan Aki Basah - Salah satu komponen pada kelistrikan mobil adalah aki, aki ini berfungsi sebagai penyimpan arus listrik dan sebagai sumber arus ketika mobil pertama kali dihidupan. Dengan kata lain tanpa baterai maka starter tidak dapat berputar dan menghidupkan mobil. Aki atau baterai juga dapat menjadi sumber listrik ketika mobil dalam keadaan mati. Karena ketika mesin sudah hidup peran aki digantikan oleh sistem pengisian atau charging system.

Aki atau baterai yang kita kenal ada dua macam, yaitu aki basah dan aki kering. Kedua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan, dan berikut ini bisaotomotif.com share tentang perbandingan antara aki kering dan aki basah.

Lihat juga: 7-cara-dan-tips-merawat-aki-baterai

Perbedaan aki kering dan aki basah dilihat dari segi tampilannya sangat mencolok, aki yang basah mempunyai kotak bagian samping yang agak transparan, sehingga dapat melihat jumlah elektrolit yang berada di dalamnya. Aki yang basah juga dilengkapi dengan garis di lower lever dan upper level sebagai tanda dalam melakukan pengisian elektrolit baterai. Jadi ketika mengisi elektrolit baterai, di isi sampai gari upper lever atau minimal berada diantara lower lever dan upper level. Pada aki basah juga ada tutup sel yang umumnya jumlahnya ada 6 buah. 

Perbandingan aki kering dan aki basah
Perbandingan aki kering dan aki basah
Sementara itu pada aki kering kotak baterai biasanya gelap, dan tidak terdapat tutp sel seperti pada aki basah. Lebih jelasnya bisa anda lihat pada gambar dibawah ini :

Perbandingan aki kering dan aki basah

Kita bisa membedakan kedua jenis aki dari berbagai hal, mulai dari segi harga, kualitas, perawatan, dan usia pakai. 

1. Perbandingan aki basah dan aki kering dilihat dari segi harga

Dari segi harga, kedua aki dengan amper yang sama harganya berbeda. Beda merk pun harganya juga berbeda. Tapi yang pasti adalah harga aki kering sedikit lebih mahal dibandingkan dengan aki basah, mungkin karena ada beberapa kelebihan yang dimilikinya. Dari segi harga, kita nyatakan aki basah lebih murah.

2. Perbandingan aki basah dan aki kering dilihat dari segi perawatan

Dari segi perawatan aki kering pemenangnya, karena aki kering ini minim perawatan dapat juga dikatakan tanpa perawatan. Sehingga aki kering sering disebut juga dengan aki free maintanace. Mungkin ini sebabnya aki kering lebih mahal dibandingkan dengan aki basah.

Kemudian untuk aki basah, ada perawatan yang harus anda lakukan diantaranya adalah selalu rutin memeriksa jumlah elektrolit bateri dan bila kurang harus menambahnya dengan air aki (air suling) bukan accu zuur (H2SO4). Coba deh baca artikel ini : 7 Cara dan tips merawat aki mobil agar awet

3. Perbandingan aki basah dan aki kering dari segi kualitas

Dari segi kualitas mungkin keduanya hampir sama, perbedaan paling mencolok dari kedua aki adalah pada perawatannya.

4. Perbandingan aki kering dan aki basah dari segi usia pakai

Dari segi usia pakaipun kedua aki juga hampir sama, pada intinya semakin baik perawatannya maka aki akan semakin awet. Bisa jadi aki basah bila dirawat dengan baik akan lebih lama usia pakainya, dan sebaliknya apabila aki basah tidak dilakukan perawatan maka usia pakai aki bisa lebih rendah daripada aki kering.

Usia pakai sebuah aki rata-rata 2-3 tahun melebihi dari itu berarti sudah sangat baik. Tapi kalau aki usia pakainya hanya dibawah 1,5 tahun berarti ada masalah yang harus anda cari dan perbaiki. Kemungkinan besar terjadi pada sistem pengisiannya, pemakaian yang sembarangan dan tidak dilakukannya perawatan.


Sudah tahukan sekarang perbedaan dan perbandingan aki kering dengan aki basah.(www.bisaotomotif.com)

Komponen Utama Kopling pada Kendaraan

Komponen Utama Sistem Kopling pada Kendaraan - Pada kendaraan terdapat sistem yang bernama sistem pemindah tenaga, yang mana salah satu komponen dari sistem pemindah tenaga ini adalah kopling. Komponen lain dari sistem pemindah tenaga antara lain ada transmisi, propeller shaft, gardan/differential, axle shaft dan lain-lain.

Oke, pada kesempatan kali ini kita akan fokus membahas tentang kopling atau dalam bahasa inggris dikenal dengan clutch. Di manakah letak kopling? Kopling pada kendaraan terletak di antara transmisi dengan mesin (fly wheel).

Karena terletak di antara dua komponen tersebut, maka fungsi dari kopling sudah jelas yaitu untuk memutus atau menghubungkan tenaga dari mesin ke transmisi. Pemutusan tenaga putaran dari mesin ke transmisi ini diperlukan ketika melakukan pemindahan gigi, sehingga ketika ingin memindah gigi percepatan maka kita harus menginjak pedal kopling terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar gigi percepatan dapat berpindah dengan mulus, tanpa menimbulkan suara ataupun kerusakan komponen pada transmisi.

Lalu apa sajakah komponen komponen dari koplin? Berikut ini adalah komponen-komponennya :

Komponen komponen utama kopling pada kendaraan

Kopling pada kendaraan terdiri dari beberapa komponen seperti roda penerus, pelat kopling/clutch disc/kampas kopling, plat penekasn,  dan mekanism penggerak. Dan berikut ini adalah penjelasan singkat tentang komponen komponen tersebut :

1. Kampas kopling/clutch disc/plat kopling

Merupakan komponen utama pada unit kopling, kampas kopling berfungsi sebagai menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi. Dengan kata fungsi clutch disc adalah untuk meneruskan tenaga mesindari roda penerus (flywheel) ke plat penekan (pressure plate) dan selanjutnya ke input shaft transmisi. Kampas kopling ini terhubung dengan alur pada input shaft transmisi, jadi ketika kopling berputar otomatis input shaft transmisi juga berputar. 

Kampas Kopling (Clutch Disc)
Kampas Kopling (Clutch Disc)
Kampas kopling terdiri dari beberapa bagian utama seperti facing, torsion dumper, cushion plate, paku keling, hub, dan lain sebagainya. Lomponen ini merupakan komponen pada kopling yang paling sering aus. Kampas kopling akan semakin cepat aus, bila penggunaannya salah.

2. Tutup kopling (clutch cover)

Komponen utama kopling yang ketiga adalah tutup kopling atau clucth cover. Tutup Kopling (Clutch Cover). Tutup kopling ini dibautkan dengan fly wheel, Tutup kopling ini akan berputar bersamaan dengan fly wheel dan atau plat kopling sesuai dengan putaran mesin. Untuk saat ini terdapat dua macam tutup kopling, yaitu diaphragm spring clutch cover (tutup kopling tipe pegas diafragma) dan tutup kopling dengan pegas coil. Tutup kopling bagian kiri adalah clutch cover dengan pegas koil, dan gambar bagian kanan yaitu tutup kopling dengan pegas diafragma.

Tutup kopling (clutch cover)
Tutup kopling (clutch cover)

3. Mekanisme penggerak

Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
Mekanisme penggerak merupakan suatu mekanisme yang berguna untuk mengoperasikan kopling, kita dapat mengoperasikan kopling dengan menginjak pedal kopling. Mekanisme penggerak akan mneruskannya sehingga kopling dapat terbebas, dan dapat dilakukan perpindahan gigi. Mekanisme penggerak pada kopling terdapat dua macam, tipe yang pertama menggunakan tipe mekanis dan tipe yang kedua menggunakan tipe hidraulis. 

Gambar diatas merupakan gambar mekanisme penggerak tipe mekanis, yang mana untuk menggerakkan masih menggunakan kable bukan hidraulis. (www.bisaotomotif.com)

Fungsi, Letak dan Syarat Kopling pada Mobil

Fungsi,  Letak dan Syarat Kopling pada Kendaraan  - Seperti yang telah saya utarakan pada postingan-postingan sebelumnya bahwa pada kendaraan terdapat salah satu sistem yang mentransfer tenaga dari mesin ke roda-roda. Sistem tersebut disebut dengan pemindah daya/tenaga. Sistem pemindah tenaga inti terdapat beberapa komponen, seperti kopling, transmisi, propeller shaft dan lain-lain.

Sudah saya sebutkan diatas bahwa macam salah satu macam dari sistem pemindah tenaga adalah kopling. Nah, kita kali ini akan membahas tentang kopling dari mulai fungsi, letak dan juga persyaratannya. Oke, kita mulai dari fungsi kopling. 

Fungsi dan Letak Kopling pada kendaraan

Pada kendaraan kopling atau clutch terletak diantara tansmisi dan juga mesin, kegunaan atau fungsi dari adalah untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi.  Untuk mengetahui letak dari kopling, silahkan perhatikan gambar dibawah ini. Sudah sangat jelas tentang letak dari kopling.

letak kopling
letak kopling

Syarat-syarat kopling

Agar kopling dapat bekerja dengan baik, kopling memiliki persyaratan yang harus dipenuhi yaitu :
  1. Harus mampu memutuskan atau meenghubungkan putaran dari mesin ke transmisi dengan lembut.
  2. Harus dapat menghubungkan putaran mesin ke transmisi tanpa terjadi slip
  3. Harus dapat memutuskan dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan cepat dan tepat
 Nah, demikian saja artikel singkat tentang kopling. Jangan lupa baca artikel yang lainnya :
  1. Komponen utama kopling pada kendaraan
  2. Fungsi facing, cushion plate, dan torsion dumper pada kopling 
  3. Fungsi dan macam tutup kopling (www.bisaotomotif.com)

2 Macam mekanisme penggerak kopling

2 Macam mekanisme penggerak kopling - Beberapa hari ini bisaotomotif.com sedang mood untuk share tentang kopling. Yang mana kita sebelumnya sudah membahas beberapa artikel yang berhubungan dengan sistem kopling pada suatu kendaraan. Artikel-artikel tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

Nah kali ini kami akan membahasnya dalam 2 macam mekanisme penggerak kopling, saat ini dikenal terdapat dua macam mekanisme penggerak kopling yaitu tipe mekanis dan tipe hidraulis. Dan berikut ini adalah penjelasan masing-masing tipe mekanisme penggerak kopling.

  1. Komponen utama kopling pada kendaraan
  2. Fungsi facing, cushion plate, dan torsion dumper pada kopling 
  3. Fungsi dan macam tutup kopling 

1. Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis


Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis

Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis akan memindahkan atau menyalurkan tenaga dari injakan kaki melalui pedal kopling ke pengungkit. Pada tipe ini digunakan kabel baja yang akan menghubungkan pedal kopling dengan tuas pembebas kopling, cara kerjanya kurang lebih seperti ini. Ketika kita menginjak pedal kopling, maka akan menarik kabel, kabel yang terhubung dengan tuas pembebas ini juga akan menarik tuas pembebas ke arah menekan pegas kopling (pada tipe pegas diafragma. Selanjutnya kopling akan terbebas dan tidak dihimpit lagi oleh plat penekan. Sehingga anda dapat memindah gigi percepatan.
 

Ketika melepaskan injakan ke pedal kopling, maka kabel sudah tidak teratarik lagi dan tuas kopling akan kembali ke posisi yang semula. Kopling terhimpit oleh plat penekan, dan berputar bersamaan dengan putara mesin. Input transmisi pun juga berputar dengan kecepatan yang sama dengan putaran mesin.


2. Mekanisme penggerak kopling tipe hidraulis

Mekanisme penggerak tipe hidraulis
Mekanisme penggerak tipe hidraulis
Mekanisme penggerak kopling yang kedua adalah tipe hidraulis. Pada tipe ini ini memanfaaatkan tekanan hidraulis minyak untuk meneruskan tenaga kaki ketika menginjak pedal kopling. Pedal kopling pada kopling yang menggunakan mekanisme penggerak berguna untuk menekan minyak yang ada pada master silinder.

Tekanan minyak ini kemudian dilasurlkan ke silinder kopling. Yang kemudian tekanan minyak akan mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan menekan pegas diafragma. Hal ini akan membuat kopling menjadi terbebas dan siap untuk melakukan perpindahan gigi percepatan.

Sumber: www.bisaotomotif.com

Fungsi dan Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling

BisaOtomotif.Com - Ketika melakukan penggantian kampas kopling atau memperbaiki sistem kopling yang menharuskan transmisi dilepas maka ada beberapa komponen yang harus diperiksa. Salah satu komponen yang wajib diperiksa adalah release bearing. Release bearing atau yang disebut dengan bantalan pembebas ini berfungsi untuk meneruskan gaya dorong dari release fork kemudian ke pegas diaphragm pada saat pedal kopling ditekan. Selengkapnya lihat dalam artikel : Cara kerja kopling pada mobil.

" Pemeriksaan Release Bearing "

Bantalan pembebas atau release bearing biasanya merupakan unit bantalan tertutup dengan tipe pelumasan permanen, artinya tidak dapat dibuka, dibersihkan dan bagian dalamnya tidak bisa diberi pelumas dari dalam.

Lihat juga: Perbedaan dan Perbandingan Aki

Salah satu gejalan release bearing ini rusak adalah adanya suara gemuruh atau abnormal ketika pedal kopling diinjak. 

Pemeriksaan pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan secara visual. Yaitu dengan cara melihat apakah pada release bearing itu rusak, terbakar, tergores, retak atau aus. Jika hanya terdapat kotoran, tergores sedikit mungkin masih bisa digunakan (baru pemeriksaan secara visual). Tapi apabila kerusakannya parah, misalnya sudah terbakar, rusak, retaknya banyak maka release bearing sudah harus diganti.

 Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling
 Pemeriksaan Release Bearing pada Kopling


Setelah melakukan pemeriksaan secara visual, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan kerjanya yaitu dengan cara :

a. Putarlah bantalan atau bearing dengan tangan, dan berilah tenaga pada arah aksial. Jika putaran terlalu kasar atau terasa terdapat tahanan yang tidak rata maka sebaiknya bantalan pembebas diganti dengan yang baru.

b. Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan self centering system agar tidak tersangkut. Hub dan case harus bergerak kira-kira 1 mm. Jika kekocakan berlebihan atau malah macet, maka release bearing harus diganti.


Biasanya juga ketika melakukan penggantian kampas kopling, releasse bearing ini selalu diganti baik dalam kondisi yang baik atau sudah buruk. Karena biasanya apabila tidak diganti, sebentar lagi akan rusak dan kalau menggantinya membutuhkan biaya yang agak mahal karena harus menurunkan transmisi dari kendaraan.

Sehingga untuk antisipasi saja, release bearing selalu diganti ketika melakukan penggantian kampas kopling atau clutch disc.(BisaOtotmotif.com)

Fungsi Fuel Tank pada Kendaraan Bermotor

Kali ini akan kami bahas tentang fungsi fuel tank pada kendaraan bermotor. Salah satu komponen utama dalam sistem bahan bakar adalah tangki bahan bakar. Tangki bahan bakar ini disebut dengan fuel tank. Pada kendaraan bermotor baik itu pada mobil msupun pada motor pasti terdapat tangki bahan bakar. Karena komponen inilah yang bertugas untuk menampung bahan bakar.

Biasanya fuel tank ini terbuat dari lempengan baja yang tipis, dalam perkembangannya tanki bahan bakar terbuat dari bahan plastik yang anti karat. Atau menggunakan bahan lain yang tidak mudah berkarat juga.

Tangki bahan bakar pada mobil umumnya terletak di bagian bawah dan belakang. Tujuan diletakkan dibelakang adalah karena alsan keamaan, bila ditaruh di bagian depan kemudian mobil mengalami kecelakaan maka resiko tangki bocor semakin besar, dan dapat berisiko terjadnya kebakaran. Namun di bagian bukan berarti aman sepenuhnya, karena disana ada knalpot yang umumnya bersuhu panas. Jadi tangki biasanya ditempatkan agak jauh dari knalpot, namun tetap berada di bagian belakang.

Fuel tank tidak hanya berbentuk kotak sepenuhnya, di dalamnya terdapat penyekat-penyekat atau separator. Fungsi dari separator ini adalah untuk mencegah olakan bensin ketika kendaaraan berjalan yang dapat merubah tinggi permukaan bensin. Untuk melihat bagian-bagian dari fuel tank ini, dapat anda lihat pada gambar dibawah ini :

Bagian-bagian Fuel Tank
Bagian-bagian Fuel Tank


Lubang saluran hisap pompa bahan bakar diletakkan 2-3 cm dari dasar bensin untuk mencegah endapan atau kotoran ikut terhisap oleh pompa bahan bakar yang dapat menghambar saluran bahan bakar.

Tangki bahan bakar atau fuel tank ini memiliki fungsi untuk sebagai tempat penyimpanan bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses pembakaran. 

Untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang ada di tangki, kita tidak perlu memeriksa secara langsung di tangki. Karena sudah ada meter bahan bakar yang akan menginformasikan kepada pengemudi berapa jumlah bahan bakar yang ada pada fuel tank.(BisaOtotmotif.com)

Proses Pembakaran Pada Motor Diesel

Kali ini kami akan membahas tentang proses pembakaran pada motor diesel. Pada mesin diesel pembakaran tidak dilakukan oleh busi (spark plug) seperti pada motor bensin. Pembakarannya didapat dari panas ketika langkah kompresi. Pada langkah pertama atau langkah hisap, yang masuk kedalam silinder hanyalah udara saja (tidak bersama bahan bakar seperti pada mesin bensin). 

Udara kemudian dikompresikan, pada langkah inilah panas akan terbentuk. Sebelum piston mencapai TMA (sebelum langkah kompresi berakhir) injektor akan menyemprotkan bahan bakar, dan inilah awal dari langkah pembakaran. Bahan bakar yang disemprotkan tidak langsung terbakar begitu saja, saat bahan bakar belum terbakar ini disebut pembakaran tertunda. Biar lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :

Proses Pembakaran Pada Motor Diesel

Proses pembakaran pada motor diesel dibagi menjadi 4 tahap, silahkan lihat gambar diatas. Dari ke-empat tahap tersebut dapat kita ketahui bahwa di setiap tahapnya terjadi perubahan suhu dan juga tekanan. Dan berikut adalah penjelasan dari ke-empat periode :

Proses Pembakaran Pada Motor Diesel
Proses Pembakaran Pada Motor Diesel

1. Pembakaran tertunda (A-B)
Bahan bakar yang telah diinjeksikan oleh injektor tidak langsung terbakar, titik A adalah saat dimana bahan bakar mulai disemprotkan oleh injektor, bahan bakar yang bertekanan dan berbentuk kabut tersebut akan bercampur dengan udara yang bersuhu dan bertekanan tinggi. A-B adalah pembakaran tertunda, sehingga pembakaran baru akan dimulai di titik B. 

2. Perambatan api (B-C)
Dari titik B, tekanan akan meningkat tajam hal ini dikarenakan piston terus bergerak ke TMA. Mulai di titik ini juga campuran udara dan bahan bakar yang telah merata di semua bagian dalam silinder akan terbakar, namun hanya di beberapa bagian saja. Setelah itu api akan merambat sangat cepat, dan membakar hampir semua campuran udara dan bahan bakar, terjadilah letupan (explosive). Letupan atau ledakan ini akan membuat tekanan dalam silinder meningkat drastis. Di titik C adalah awal pembakaran langsun.

3. Pembakaran langsung (C-D)
Periode yang ketiga adalah pembakarang langsung. Periode ini dimulai dari titik C. Nozzle injektor masih menyemprotkan bahan bakar, sampai di titik D barulah nozzle injector tidak menginjeksikan bahan bakar lagi. Karena injeksi bahan bakar ini masih berlangsung, dan di periode 2 sudah terjadi perambatan api maka bahan bakar yang disemprotkan oleh injector akan langsung terbakar. Inilah alasan mengapa disebut dengan pembakaran langsung.

Pada titik D adalah titik dimana tekanan maksimum pembakaran terjadi. Pembakaran diatur oleh jumlah bahan bakar yang diinjeksikan oleh injektor, sehingga tahap ini dapat juga disebut dengan tahap pengontrolan pembakaran. 

Baca juga : 7 Mobil yang paling diminati di Indonesia


4. Pembakaran lanjutan (D-E)
Titik D adalah titik tekanan maksimum pembakaran, dari titik D ini masih terjadi proses pembakaran karena bahan bakar belum seluruhnya habis terbakar. Dari D-E ini diharapkan bahan bakar dan udara yang belum terbakar, dapat terbakar semua. (BisaOtotmotif.com )

Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) Pada Mobil

Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) adalah salah satu sistem bahan bakar pada mesin bensin yang pengaturan jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injector didalam ruang bakar diatur secara elektronik (komputer). Hampir semua mobil keluaran terbaru saat ini sudah menggunakan fuel injection, hal ini dikarenakan sistem bahan bakar yang ini lebih unggul dibandingkan dengan sistem bahan bakar konvensional yang masih menggunakan karburator.

Prinsip Kerja Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) pada Mobil


Mesin yang masih menggunakan sistem bahan bakar konvensional, jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar diatur oleh karburator. Sedangkan untuk mesin yang sistem bahan bakarnya sudah modern (menggunakan sistem EFI) maka jumlah bahan bakar yang disemprotkan di ruang bakar oleh injektor akan diatur oleh komputer. Jumlah ini tentunya lebih akurat dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, otomatis konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

Yang membuat bahan bakar yang disemprotkan selalu akurat dan tepat sesuai dengan kondisi mesin adalah karena adanya sensor-sensor. Sensor sensor ini akan memberikan sinyal kepada ecu, yang kemudian oleh ecu akan diolah dan dikirim ke actuator seperti injector untuk menyemprotkan bahan bakar dalam jumlah yang tepat.

Sensor-sensor tersebut antara lain sensor temperatur udara masuk (IATS = Intake Air Temperature Sensor), Knocking Sensor, TPS (Throttle Temperature Sensor), Water Temperature Sensor, O2 Sensor, Putara mesin dan masih banyak lagi.

Keunggulan-keunggulan Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)


Seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa sistem EFI lebih unggul dibandingkan sistem bahan bakar yang koncensional (dengan karburator). Berikut adalah keunggulannya :
  1. Sistem EFI menjamiin perbandingan udara dan bahar bakar yang masuk ke dalam silinder dalam perbandingan yang ideal dan efisiensi yang sangat tinggi. Intinya perbandingan akan sesuai dengan kondisi mesin dan kebutuhan.
  2. Karena jumlah bahan bakar yang masuk disemprotkan injector selalu tepat dan efisien, maka mobil yang menggunakan sistem injeksi kemungkinan besar lebih irit dengan mobil yang masih menggunakan karburator dengan kelas yang sama (kapasitasnya sama).
  3. Konstruksi ruang bakar dan kepala silinder dapat lebih disempurnakan, agar efisiensi volumetrik dapat dimaksimalkan sehingga torsi dan daya dapat meningkat. 
  4. Karena perbandingan udara dan bahan bakar disesuaikan dengan kondisi mesin atau kebutuhan, maka akan menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna. Emisi gas buang yang dihasilkanpun akan lebih baik bila dibandingkan dengan sistem bahan bakar yang menggunakan karburator.
  5. Terkait dengan perawatan, perawatan sistem bahan bakar yang menggunakan EFI cenderung lebih sedikit. Namun, apabila terjadi kerusakan kemungkinan biaya lebih mahal/besar.
  6.  Dan lain sebagainya

      Jenis jenis Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)

      Terdapat dua jenis sistem efi yang digunakan pada kendaraan yaitu sistem D-EFI dan sistem L-EFI. Bagaimanakan perbedaan keduanya? Berikut adalah penjelasan dari kami !!


      a) Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type) 
      Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type)
      Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type)
      Jenis sistem EFI yang pertama adalah sistem D-EFI. Sistem ini mengukur tekanan udara yang berada didalam intake manifold yang kemudian melakukan penghitungan umlah udara yang masuk. D-EFI disebut �D-jetronic" yang merupakan salah satu merk dagang dari Bosch. �D� berasal dari bahasa Jerman yaitu �Druck� yang mempunyai arti tekanan. �Jetronic adalah istilah Bosch yang berarti penginjeksian. Sistem D-EFI ini tidak seakurat sistem L-EFI yang menggunakan air flow (pengukur jumlah aliran udara), hal ini dikarenakan pada sistem D-EFI tidak dapat mengkonversi dengan tepat tekanan udara dan jumlah udara yang melewati intake manifold.

      b). Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Sistem L-EFI (Airflow Control Type)
      Berbeda dengan sistem D-EFI yang menggunakan Manifold Pressure Sensor yang berguna untuk mengukur tekanan udara yang berada di dalam intake manifold, kalau dalam sistem L-EFI ini menggunakan Airflow meter untuk mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake manifold dengan sangat akurat. Karena yang diukur langsung jumlah udara yang mengalir dengan keakurasian yang sangat baik, maka sistem ini lebih akurat dari sistem D-EFI.

      Susunan Dasar SISTEM EFI (Electronic Fuel Injection)

      Susunan dasar sistem EFI ini dapat dibagi menjadi 3 bagian (3 sistem fungsional) yaitu sistem bahan bakar, sistem induksi udara dan sistem pengontrol elektronik (Electronic Control System).

      1. Sistem bahan bakar
      Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai dengan injector.  Komponennya terdiri dari fuel tank, fuel pump, fuel line, fuel filter, delivery pipe, cold start injector, injector, pressure regulator dan return line. Bahan bakar yang berada di dalam tangki akan dihisap oleh pompa bahan bakar, kemudian disaring oleh filter bahan bakar. 

      Pressure Regulator akan mengatur tekanan bahan bakar, bila tekanannya berlebih (bahan bakarnya terlalu banyak) maka kelebihan bahan bakar tersebut akan dikembalikan ke tangki melalui return line. Cold start injector pada sistem ini berguna untuk menginjeksikan bahan bakar langsung ke air intake chamber ketika cuaca dingin sehingga mesin lebih mudah untuk dihidupkan.

      2. Sistem Induksi Udara (Air Induction System)
      Udara akan masuk melewati filter udara agar terbebas dari kotaran dan debu, udara yang sudah bersih ini kemudian akan masuk ke airflow meter dengan membuka measuring plate, besarnya pembukaan ini bergantung pada kecepatan aliran udara yang masuk ke dalam intake chamber. Besarnya kecepatan aliran udara yang masuk ke intake chamber ini tergantung pada besarnya katup throttle membuka. Udara ini kemudian akan mengalir ke intake manifold yang selanjutnya akan masuk ke ruang bakar.

      Jumlah udara yang masuk ini diteksi oleh airflow meter (pada sistem L-EFI) atau oleh manifold pressure sensor (pada sistem D-EFI).

      3. Sistem Pengontrol Elektronik (Electronic Control System)
      Sistem pengontrol elektronik ini terdiri dari sensor-sensor yang berguna untuk mendeteksi kondisi mesin dan juga komputer (ECU) untuk menentukan ketepatan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan oleh injector sesuai dengan kondisi mesin yang telah ditangkap oleh sensor-sensor.

      Sensor-sensor ini terdiri dari beberapa macam, seperti throttle position sensor, ignition signal, water temperatur sensor, starter signal, oxygen sensor, knocking sensor, intake air temperatur sensor dan lain sebagainya.

      Sumber: BisaOtotmotif.com

      Fungsi dan bagian bagian radiator pada mobil

      Ketahui Fungsi Radiator Pada Mobil - Salah satu sistem terpenting pada kendaraan adalah sistem pendingingan. Sistem pendingin ini bertugas untuk menjaga agar suhu mesin stabil pada suhu kerjanya. Saah satu komponen dari sistem pendingin pada mobil adalah radiator. Radiator umumnya terletak dibagian depan kendaraan, tujuannya adalah agar dapat menerima angin pada saat mobil berjalan sehingga membantu dalam proses pendinginan.

      Radiator berbentuk sirip-sirip. Untuk kontruksinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Selain mobil, pada motor biasanya juga terdapat radiator. Namun tidak semua motor ada radiatornya, hanya motor-motor tertentu saja yang ada radiatornya. Setelah mengenal apa itu radiator, tentu tidak lengkap jika kita tidak mengetahui fungsi radiator. Berikut ini bisaotomotif.com merangkumnya dalam artikel fungsi radiator pada mobil :

      Fungsi radiator pada mobil

      Radiator pada mobil berfungsi untuk meradiasikan panas air pendingin ke udara sekitar. Lebih simpelnya berfungsi untuk mendinginkan air pendingin yang telah mendinginkan mesin.
      Dari namanya kita sudah dapat mengetahui prinsip kerjannya yaitu radiasi, seperti rotor maka kerjanya rotasi, distributor kerjanya distribusi dan lain-lain. Maka dari itu radiator ini berguna untuk meradiasikan panas dari air pendingin ke udara sekitar. Pendinginan radiator dilakukan oleh udara yang mengalir ketika kendaraan melaju, selain itu juga dibantu dengan kipas radiator yang diletakkan dibelakangnya.

      Tutup radiator diletakkan pada bagian atas radiator, radiator cup ini memiliki fungsi untuk mencegah air pendingin mendidih pada suhu 100 derajat celcius, selain itu juga sebagai katup yang dapat mengalirkan air ke reservoir tank pada saat suhu mesin tinggi, atau sebaliknya mengalirkan air dari reservoir tank ke radiator pada saat suhu mesin sudah dingin.

      Kerusakan yang paling banyak ditemukan pada radiator adalah kebocoran. Biasanya kebocoran ini terjadi karena keropos yang disebabkan oleh korosi atau usia pakai yang sudah sangat lama. Biasanya radiator yang bocor dapat ditambal kembali, dan disertai dengan servis. Orang biasa menyebutnya korok radiator (radiator dibersihkan).

      Bagian-bagian Radiator Mobil

      bagian bagian radiator
      Bagian-bagian radiator

      Untuk bagian-bagian atau komponen radiator dapat anda lihat pada gambar diatas :
      Keterangan gambar :
      1. Upper tank (tangki bagian atas)
      2. Lower tank (tangki bagian bawah)
      3. Sambungan upper hose
      4. Sambungan lower hose
      5. Kisi-kisi radiator
      6. Sirip-sirip radiator
      7. Tutup radiator 
      8. Kran pembuangan (penguras)
      Sumber: www.bisaotomotif.com

      Sistem Kerja Karburator

      Sistem kerja karburator terdiri dari beberapa macam. Namun dari semua sistem yang ada pada karburaot dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kerja dari karburato sehingga mampu mencampur udara dan bahan bakar dengan perbandingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin. Total pada karburator mobil toyota ada 11 sistem, untuk setiap mobil mungkin berbeda-beda tergantung dari jenis dan kontruksi yang digunakan. Pada motor pun juga berbeda, namun pada prinsipnya sama yaitu untuk memenuhi kerja karburator agar mampu mencampur udara dan bahan bakar dalam komposisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin.

      Tetapi pada umumnya, karburator apapun itu pasti ada sistem-sistem utamanya seperti sistem pelampung, sistem stationer dan kecepatan lambat, sistem utama, sistem percepatan, sistem cuk dan lain sebagainya.

      Kerja Karburator
      Kerja Karburator


      Sementara itu sistem tambahannya bisa berupa secondary hig  speed system, fast idle mechanisme, thermostatic valve, PCV, Declaration Fuel Cutt off System.

      Agar lebih jelasnya, saya sebutkan sistam sistem kerja karburator :
      1. Sistem pelampung
      2. Sistem stationer dan kecepatan lambat
      3. Primary high speed system (sistem utama)
      4. Secondary high speed system
      5. Sistem tenaga (power sistem)
      6. Sistem percepatan (Acceleration system)
      7. Susten cuk (Choke System)
      8. Fast Idle Mechanisme
      9. Thermostatic valve
      10. Positive Crancase Ventilation
      11. Declaration Fuel Cut Off System
      Sebelumnya telah kami bahas prinsip kerja dan kontruksi dasar karburator. Rencananya, kami akan menjelaskan ke sebelas sistem kerja pada karburator di atas. Jadi tunggu saja, kalau sudah saya tulis pasti saya update artikel ini dan saya letekkan linknya di samping point point diatas. (BisaOtotmotif.com)

      Fungsi Pompa Bahan Bakar ( Fuel Pump )

      Salah satu komponen pada sistem bahan bakar adalah pompa bahan bakar. Pompa bahan bakar disebut juga dengan fuel pump. Bahan bakar tidak dapat mengalir sendirinya, kecuali tanki bahan bakar diletakkan di atas. Tetapi pada umumnya tangki bahan bakar pada mobil letakknya dibagian bawah, sehingga memerlukan pompa bahan bakar untuk memompa bahan bakar agar dapat bersirkulasi. Lalu apa sih fungsi dari pompa bahan bakar ini? Berikut adalah penjelasannya : 

      Fungsi Pompa Bahan Bakar (Fuel Tank)


      Pada mobil bensin fungsi dari pompa bahan bakar adalah memompa bahan bakar dari tangki bahan bakar ke karburator (pada sistem bahan bakar konvensional) atau ke injector (pada mesin yang sudah injeksi.

      Tanpa adanya pompa bahan maka bahan bakar tidak dapat mengalir dengan sendirinya ke karburator/injektor, pompa bahan bakar terdapat dua tipe yaitu tipe makink dan tipe elektrik. Tipe mekanik ini umumnya digunakan pada mobil yang sistem bahan bakarnya masih konvensional atau menggunakan karburator.

      Sedangkan pompa bahan bakar tipe elektrik digunakan pada mobil yang sistem bahan bakarnya sudah injeksi. Tetapi ada juga mobil yang sistem bahan bakarnya konvensional menggunakan pompa bahan elektrik, sebenarnya banyak sih. Apalagi bengkel biasanya memodifikasi dari yang semula menggunakan tipe mekanik, dirubah menjadi tipe elektrik.

      Pompa Bahan Bakar tipe Mekanik
      Pompa Bahan Bakar tipe Mekanik
      Gambar diatas adalah pompa bahan bakar tipe mekanik. Pada modul VEDC malan disebutkan bahwa ada dua buah fungsi dari pompa bahan bakar yaitu :

      1. Memindahkan bensin dari tempat yang rendah (tangki) ketempat yang tinggi (karburator)
      2. Menjaga tekanan bahan bakar tetap konstan

      Sumber: BisaOtotmotif.com

      Bagian-bagian Utama Plat Kopling (Clutch Disc) dan Fungsinya

      Salah satu Komponen utama kopling adalah plat kopling, plat kopling atau clutch disc ini sering disebut juga dengan kampas kopling. Kampas kopling adalah komponen yang paling sering dilakukan penggantian, hal ini dikarenakan kampas kopling dapat aus dan apabila sudah aus maka dapat menyebabkan kopling selip.

      Kopling selip ini tentunya sangat merugikan bagi pengemudi, pasalnya akan membuat kendaraan tidak bertenaga selain itu juga bahan bakar lebih boros dari biasanya. plat kopling berguna untuk meneruskan tenaga mesin dari fly wheel dan plat penekan ke input shaft transmisi. Plat kopling ini biasanya terbuat dari paduan bahan asbes dan juga logam. 

      Oke, sekarang kita kembali ke pembahasan utama kita yaitu tentang bagian bagian utama kopling beserta dengan fungsinya.

      "Bagian-bagian plat kopling"

      Bagian-bagian Utama Plat Kopling (Clutch Disc)
      Bagian-bagian Utama Plat Kopling (Clutch Disc)

      1. Clutch hub
      Bagian plat kopling yang pertama adalah clutch hub yang memiliki fungsi sebagai tempat perkaitan unit clutch disc dengan input shaft pada transmisi. Sehingga dapat memungkinkan unit plat kopling dapat bergerak maju mundur. 

      2. Disc plate
      Bagian plate kopling yang kedua adalah disc plate, fungsinya adalah sebagai rangka utama dari unit clutch disc yang digunakan untuk menahan beban kerja.

      3. Torsion Dumper
      Bagian plat kopling yang selanjutnya adalah torsion dumper. Torsion dumper ini adalah bagian plat kopling yang berfungsi untuk meredam hentakan/puntiran pada saat kopling mulai menghubungkan ataupun meneruskan putaran. Torsion dumper ini juga bekerja pada saat akselerasi maupun deselerasi.

      4. Facing
      Facing adalah bagian plat kopling yang berfungsi untuk memperbesar gesekan, sehingga pemindahan daya mesin dapat optimal.

      5. Cushion Plate
      Sekarang kita lanjut ke komponen plat kopling yang kelima adalah cushion plate. Komponen ini berguna sebagai dudukan facing dan juga memperhalus kerja kopling.

      6) Paku Keling/ Rivet
      Bagian ini mempunyai fungsi untuk menyatukan kampas kopling dan cushion plate serta menyatukan
      cushion plate dan disc plate. (BisaOtotmotif.com)

      Pemeriksaan Sistem Pendingin Saat Tune Up Mobil

      Pemeriksaan Sistem Pendingin Pada Saat Tune Up Mobil - Pada kesempatan sebelumnya sudah dibahas mengenai sistem pendingin pada mobil, dimana pada postingan tersebut sudah kami jelaskan pentingnya sistem pendingin pada suatu kendaraan baik itu motor maupun mobil. Sistem pendingin berguna untuk mendinginkan mesin agar tetap bekerja normal dan tidak mengalami gangguan. Bila mesin tidak didinginkan, maka akan membuat ia panas berlebihan. Ini sungguh membahayakan untuk mesin itu sendiri, panas berlebihan atau over heating ini dapat membuat silinder kop (kepala silinder) melengkung yang pada akhirnya akan membuat oli dan air bercampur dan akhirnya akan macet.

      Karena tugasnya yang sangat penting, maka sistem pendingin merupakan salah satu sistem yang wajib diperiksa saat melakukan tune up mobil. Lalu apasajakah pemeriksaan pada sistem pendingin, berikut ini kami sebutkan beberapa pemeriksaan sistem pendingin pada saat melakukan tune up mobil :

      Pemeriksaan Sistem Pendingin Pada Saat Tune Up Mobil

      Berikut ini merupakan pemeriksaan yang dilakukan :

      1. Pemeriksaan secara visual
      Pemeriksaan yang sistem pendingin yang dilakukan pada saat tune up yang pertama adalah pemeriksaan secara visual. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan kebocoran, kerusakan pada kisi-kisi atau bagian lainnya, selang kendor, dan lain sebagainya.

      2. Pemeriksaan kuantitas dan kualitas air pendingin
      Pemeriksaan yang kedua adalah mengenai air pendingin, baik itu kuantitas maupun kualitas. Periksa jumlah air radiator pada radiator dan juga reservoir  tank. Pastikan jumlahnya cukup, bila kurang langsung saja ditambah. Ingat, menambah air pendingin pada reservoir tank jangan melebihi garis full yang ada pada wadahnya, bila melebihi akan terjadi trouble. Selain dari segi kuantitas, dari segi kualitasnya pun perlu diperiksa. Bila air pendingin sudah kotor, mengandung oli, karat lebih baik diganti dengan yang baru. Akan lebih maksimal bila diganti dengan cairan khusus atau yang biasa disebut dengan radiator coolant.

      3. Periksa kebocoran sistem pendingin dengan radiator tester
      Walaupun sudah dilakukan pemeriksaan kebocoran secara visual, perlu dilakukan pemeriksaan kebocoran dengan alat pengetes. Karena walaupun tidak terjadi kebocoran secara visual, mungkin bisa jadi terjadi kebocoran ketika diberi tekanan pada radiatornya. Kita tahu bahwa radiator ini bila suhu meningkat, maka tekanannya pun juga meningkat. Untuk memeriksa kebocoran radiator ini dapat dilakukan dengan radiator tester, pada prinsipnya radiator akan diberi dengan tekanan tertentu, kemudian apabila ditemukan air menetes pada tempat tertentu dan tekanan pada manometer alat radiator tester maka dapat dipastikan terjadi kebocoran sistem pendingin. Pada buku manual toyota kijang seri k, tekanan yang digunakan adalah 1,2 kg/cm2. Dan mungkin setiap mobil berbeda-beda, untuk lebih tepatnya bisa dilihat spesifikasinya yang terdapat pada tutup radiatornya.
      Pemeriksaan Kebocoran Sistem Pendingin
      Pemeriksaan Kebocoran Sistem Pendingin

      4. Pemeriksaan kerja tutup radiator (tekanan pembukaan katup)
      Masih menggunakan alat yang sama, namun orang menyebut alat ini dengan radiator cup tester. Pengetesan ini merupakan pemeriksaan tekanan pembukaan katup tekan, artinya jika katup radiator diberi tekanan tertentu maka dia harus segera membuka. Lihat berapa tekanan yang tertulis pada tutup radiator, misal saja 0,9 bar. Maka di tekanan 0,9 bar ini katup tekan pada tutup radiator harus membuka, ciri membuka adalah tekanan akan turun dengan sendirinya pada tekanan 0.9.

      Mungkin itu yang paling penting untuk diperiksa ketika melakukan tune up mobil, jangan lupa untuk selalu merawat mobil anda agar lebih awet dan performa lebih maksimal.(www.bisaotomotif.com)

      7 Cara dan tips merawat aki (baterai) mobil agar awet

      7 Cara merawat aki (baterai) mobil agar awet - Pada kendaraan baik itu mobil atau motor, umumnya menggunakan aki sebagai sumber energi untuk melakukan starter pada saat ingin menghidupkan mesin. Selain sebagai sumber energi ketika menghidupkan mesin pertama kali, aki juga berfungsi sebagai sumber listrik bagi sistem kelistrikan pada mobil ketika mesin mobil mati. Karena apabila mesin sudah hidup, peran aki sepenuhnya sudah digantikan oleh charging system. Mengingat fungsi aki yang sangat penting bagi kendaraan, maka perlu dilakukan perawatan. Kurangnya perawatan pada aki mobil, akan berdampak pada usia pakai aki tersebut. Semakin dirawat maka semakin awet aki tersebut.

      Salah satu gejala aki mobil sudah perlu ganti adalah sering tekor, dan sulit untuk menghidupkan mesin. Pada motor pun demikian, jika motor sudah sulit starter mungkin itu gejala aki perlu diganti atau dirawat.

      Terkadang kurang perawatan pada aki juga membuat mobil dan motor kurang starter, seperti elektrolit aki habis, terminal kendor, kotor, berjamur dll. Nah kalau sudah dirawat, biasanya aki akan di charge sebelum digunakan. Dan aki akan kembali normal. Ini bisa dilakukan apabila aki mobil/motor masih dalam  kondisi yang baik, bila karena faktor usia mungkin sangat sulit untuk mendapatkan kinerja aki yang baik.

      Kalau pakai motor mungkin tidak pusing kalau aki tekor, karena motor bebek biasanya dilenkapi dengan kick starter sehingga dapat menghidupkan motor walaupun aki motor. Ini tidak berlaku pada motor yang tidak ada kick starternya, karena ada motor yang tidak ada kick starternya. Sekali aki tekor, maka motor tidak dapat hidup dengan starter. Biasanya motor jenis ini adalah motor-motor sport.

      Lalu bagaimana caranya agar aki mobil lebih awet, berikut bisaotomotif.com merangkumnya dalam7 cara merawat aki mobil yang perlu anda ketahui dan praktikkan.

      7 Cara merawat aki (baterai) mobil agar awet
      7 Cara merawat aki (baterai) mobil agar awet

      1. Periksa jumlah elektrolit aki - cara merawat aki mobil

      Langkah pertama untuk merawat aki mobil adalah dengan rutin memeriksa jumlah elektrolit baterai atau aki. Ini sangat mudah dilakuan, anda hanya perlu memeriksanya satu bulan sekali. Bila berkurang aatau dibawah garis lower level, bila dibawah garis low bearti elektrolit kurang dan perlu ditambah air aki.

      Elektrolit baterai sangatlah penting dalam proses pengisian atau pengeluaran aki, bila jumlahnya kurang biasanya akan terdapat gangguan pada akinya. Yang paling sering ditemui adalah aki tekor tidak bisa distarter gara-gara elektrolit bateri habis.

      2. Periksa terminal baterai (aki) - cara merawat aki mobil

      Langkah kedua untuk merawat aki adalah dengan memeriksa terminal bateri. Anda dapat memeriksanya secara visual, pastikan terminal bateri bebas dari karat, jamur atau terminalnya longgar. Bila berkarat atau berjamur dapat anda bersihkan, untuk membersihkan terminal dari jamur dapat menggunakan air panas. Katanya jamur akan lebih mudah hilang, bila disiram dengan air panas.

      Sedangkan bila terminalnya kendor maka harus dikencangkan dan bila tidak memungkinkan bisa diganti dengan yang baru.

      3. Panaskan mobil jika mobil jarang digunakan - cara merawat baterai mobil

      Cara merawat aki mobil agar awet yang selanjutnya aadlah dengan memanaskan mobil. Pada dasarnya semua aki atau baterai mobil pasti akan mengalami self discharge dimana kapasitas baterai akan berkurang dengan sendirinya walaupun tidak digunakan. Itulah mengapa kalau mobil dibiarkan selama berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan aki bisa tekor dan tidak kuat untuk menghidupkan mesin. Maka dari itu perlu dilakukan pemanasan mobil agar baterai terisi kembali oleh sistem pengisian. Anda cukup memanaskan mobil 15 menit setiap minggunya, apabila mobil sudah sering digunakan maka langkah memanaskan mobil 15 menit setiap minggu tidak perlu dilakukan.

      4. Periksa sistem pengisian - cara merawat aki mobil

      Cara paling sederhana dalam memeriksa sistem pengisian adalah dengan melihat indikator pada baterai pada dashbord mobil, pada saat kunci kontak on mesin mati, maka gambar baterai akan menyala. Dan ketika mesin sudah hidup, maka gambar baterai akan mati. Bila mesin hidup, tetapi gambar baterai tetap hidup, maka terjadi permasalahan pada sistem pengisian. Silahkan lakukan servis sistem pengisian di bengkel favorit anda. Cara lain anda bisa melepas terminal negatif baterai pada saat mesin hidup, dan apabila mesin mati setelah terminal negatif dilepas maka sistem pengisian bermasalah. kalau masih hidup berarti sistem pengisian bekerja normal.

      5. Jangan menghidupkan beban berat saat mesin mati - cara merawat baterai mobil

      Cara merawat aki mobil yang kelima adalah hindari untuk menghidupkan beban berat seperti lampu kepala, tv, radio dan lain sebagainya dalam keadaan mesin mati dan dalam jangka waktu yang lama. Kapasitas baterai akan terkuras, lama-kelamaan aki akan tekor dan tidak mampu melakukan starter.
      Periksa sistem pengisian

      6. Tune up secara rutin - cara merawat aki mobil

      Cara alternatif untuk merawat baterai adalah dengan sering melakukan tune up rtin. Umumnya pada saat melakukan tune up, bateri atau aki mobil akan diperiksa dari mulai jumlah elektrolit, kondisi terminal dan lain sebagainya. Intinya baterai anda akan dirawat, sehingga akan lebih awet lagi.

      7. Periksa kualitas aki - cara merawat baterai mobil

      Untuk mendapatkan hasil yang akurat tentang kualitas suatu aki, perlu menggunakan alat yang namanya batteray load tester. Kalau sudah menggunakan alat ini, kualitas aki akan terlihat apakah masih baik, jelek atau buruk.
      Jika anda melakukan 7 cara diatas, baterai atau aki anda akan awet. Umunya baterai atau aki mobil dapat bertahan dalam jangka waktu 3 - 5 tahun, tentu ini tergantung dari pemakaian. Tentu akan berbeda apabila mobil dipakai setiap hari, dengan mobil yang jarang dipakai.
      Sumber; www.Bisaotomitf.com