Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil

Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil - Selain sistem pelumasan, sistem yang paling penting dalam sebuah mobil adalah sistem pendingin. Sistem pendingin ini merupakan sistem yang terdapat pada mobil maupun motor yang berguna untuk mendinginkan mesin, atau dapat juga dikatakan untuk menjaga/menstabilkan suhu mesin agar selalu pada temperatur kerja.

Bila dalam keadaan dingin, maka sistem pendingin belum bekerja. Air pendingin masih tetap di dalam radiator dan belum bersirkulasi untuk melakukan pendinginan, baru setelah mesin mencapai temperatur tertentu air pendingin akan mulai bersirkulasi untuk mendinginkan mesin. Yang mengatur fungsi ini adalah thermostat, thermostat akan membuka ketika mesin sudah pana, dan akan menutup ketika suhu mesin rendah atau dibawah spesifikasi. Dapat disimpulkan bahwa salah satu sitem pendingin adalah menstabilkan suhu kerja mesin.

Sebelum membahas tentang fungsi komponen sistem pendingin pada mobil, kami akan sedikit bosa-basi sedikit tentang cooling system ini.

Mengapa mesin perlu didinginkan?

Mobil dan motor termasuk golongan motor bakar, yang mana pasti menghasilkan panas dari proses pembakarannya. Disamping menghasilkan panas, komponen yang bergerak umumnya juga akan menimbulkan panas. Nah, bila panas ini berlebihan maka akan sangat merugikan, bisa menyebabkan kerusakan yang serius. Kita tahu bahwa sebagian besar mesin mobil terbuat dari bahan dasar besi/alumunium, dan dengan bahan dasar ini membuatnya dapat memuai. Pemuaian ini juga tidak baik, misal saja dapat membuat kepala silinder karena melengkung yang disebabkan oleh pemuaian yang diakibatkan oleh panas berlebihan. Jadi mesin pada mobil dan motor sangat perlu untuk didinginkan.

Pada motor bakar tidak semua hasil pembakaran dirubah menjadi tenaga yang berguna dalam menggerakkan mobil. Hanya sebagian saja yang digunakan, prosentasenya sekitar 23 - 28 persen saja yang dirubah menjadi tenaga untuk menggerakkan mobil.

Hampir semua benda di dunia ini apabila terkena panas akan terjadi pemuaian, dan sebagiannya lagi akan hancur atau meleleh. Pada umumnya komponen mesin mobil bahan dasarnya kebanyakan dari bahan alumunium/besi yang memiliki tingkat pemuaian yang tinggi, bila panasnya berlebihan pemuainnya pun juga berlebihan yang dapat membuat gesekan yang berlebihan dan kerusakan yang lebih cepat. Selain itu juga, banyak kasus telah  terjadi yaitu kepala silinder melengkung karena mesin mengalami over heating, yang salah satunya bisa disebaban oleh sistem pendingin yang tidak bekerja dengan baik.

Ingat bahwa terlalu dingin atau terlalu panas itu tidak baik, yang baik adalah pada temperatur kerja yaitu sekitar 80 - 93 derajat celcius. 

Fungsi sistem pendingin
Sistem pendingin (cooling system) pada mobil berfungsi untuk mendinginkan mesin, mencegah panas yang berlebihan (over heating), dan juga menjaga agar mesin pada temperatur kerja.
Umumnya sistem pendinginan pada mobil menggunakan sistem pendingin air, yang mana air merupakan komponen yang akan menyerap panas dari mesin kemudian air tersebut akan didinginkan di radiator. Selain menggunakan air, peninginan mesin juga dibantu dengan kipas yang menghembuskan udara ke arah mesin dan hembusan angin ketika mobil berjalan.

Komponen-komponen sistem pendingin
Pada sistem pendingin mobil terdiri dari berbagai macam komponen yaitu :
Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil
Sistem Pendingin (Cooling System) Pada Mobil

  1. Radiator : Fungsi radiator pada sistem pendingin adalah untuk mendinginkan cairan pendingin setelah menyerap panas dari mesin dengan cara membuangnya melalui sirip-sirip pendingin. Radiator sebagian besarnya terdiri dari upper tank, inti radiator dan lower tank.
  2. Kipas radiator : Fungsi dari kipas radiator adalah untuk menghembuskan udara ke arah mesin, sehingga terjadi pendinginan. Banyak yang menganggap bahwa, kipas radiator ini menghembusnya ke arah radiator, tetapi yang sebenarnya adalah menghembuskan ke arah mesin dan menghisap udara dari radiator. Apa yang terjadi bila kipas menghembuskan ke arah radiator? Kita tahu bahwa udara akan berhembus ke arah radiator dari depan ketika mobil berjalan, kalau ditambah hembusan angin dari belakang (kipas) tentu angin akan bertubrukan..
  3. Tutup radiator : Fungsi dari tutup radiator atau radiator cup adalah untuk menaikkan titik didih air dan menjaganya agar tidak mendidih pada suhu 100 derajat celcius. Pada tutup radiatordikenal dua macam katup, ada katup tekan dan juga katup vacuum. Katup tekan bekerja ketika mesin panas, dimana katup ini akan membuka ketika tekanan didalam radiator naik sehingga uap air bisa keluar menuju reservoir tank. Sedangkan katup vakum akan bekerja bila suhu mesin sudah kembali dingin, didalam radiator akan terjadi kevakuman dan katup ini akan membuka dan menghisap air yang ada pada reservoir tank.
  4. Pompa air : Fungsi dari pompa air atau water pump pada sistem pendingin adalah untuk mernsirkulasikan air pendingin ke seluruh sistem pendingin. Pompa air ini biasanya juga digerakkan oleh v belt bersama-sama dengan kipas pendingin.
  5. Thermostat : Fungsi dari thermostat pada sistem pendingin adalah untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerja dengan cara menahan zat pendingin agar tidak bersirkulasi (ke radiator). Dan juga berfungsi untuk membuka saluran pada saat mesin panas (air bersirkulasi ke radiator).
  6. Reservoir tank : Gunanya adalah untuk menampung sementara uap air pada saat mesin panas atau sebagai tangki cadangan.
  7. V-belt : Berfungsi untuk menggerakkan kipas pendingin (kipas radiator) dan juga pompa air.
  8. Water jacket : Merupakan saluran-saluran air pendingin di dalam mesin sebagai jalan air dalam mendinginkan mesin.
Sumber: http://www.bisaotomotif.com

    Tipe dan Jenis-jenis Ban Mobil

    Tiga Tipe dan Jenis Ban Mobil -  Setiap kendaraan baik motor maupun mobil pasti terdapat roda agar mobil bisa berjalan dengan lancar, roda pada umunya bebentuk bulat dan sangat jarang sekali ada roda yang berbentuk segitiga, kotak, dll bahkan mungkin tidak ada. Roda terdiri dari pelek dan ban.

    Ban adalah salah satu bagian pada kendaraan khusunya pada roda yang bersentuhan langsung dengan jalan, ban diisi dengan udara bertekanan supaya dapat dimanfaatkan sebagai peredam getaran atau kejutan sehingga akan menambah kenikmatan maupun kenyamanan mengendarai suatu kendaraan.

    Tiga Tipe dan Jenis Ban Mobil
    Ban dapat dibagi menjadi tiga jenis atau tipe, yaitu ban bias, ban radial dan ban tubeless. Saya akan jelaskan secara singkat ketiga jenis ban yang telah saya sebutkan diatas.

    1. Ban bias
    Salah satu tiben ban ini memiliki ciri khas yaitu bentuk lapisan seratnya yang ber arah miring. Ban bias memiliki kelebihan yaitu akan menambah kenyamanan berkendara hal ini disebapkan karena tapak (tread) dengan dapat menyerap getaran/kejutan dengan sangat baik. Tidak ada gading yang tak retak, ban bias ini juga memiliki kekurangan, yaitu ketahanan terhadap keausan dan guncangan (rol) berada dibawah ban radial.


    ban bias
    Ban bias

    2. Ban radial
    Berbeda dengan ban bias, ban yang satu ini lapisan seratnya menyilang, tidak arah miring seperti pada ban bias. Ban radial ini sabuknya terbuat dari baja, sehingga ban tipe ini ada yang menyebutnya sebagai ban radial baja. Kebalikannya dari ban bias, ban radial memiliki keuntungan lebih tahan terhadap guncangan dan keausan, tetapi ya itu kenyamanan saat mengendarai mobil kurang.
    ban radial
    Ban radial

    3. Ban dengan ban dalam
    Ban tipe ini adalah ban yang sering digunakan pada kendaraan bermotor dan mobil. Kalau tipe ini saya yakin sudah paham semua, oke langsung ke tipe ban yang selanjutnya.

    4. Ban Tubeless (Tanpa dalam)
    Hampir semua mobil keluaran terbaru menggunakan ban tubeless, ban tubeless merupakan ban yang didalamnya tidak terdapat ban dalam seperti pada ban-ban yang biasa. Ban tubeless ini bagian dalamnya dilengkapi dengan sesuatu lapisan yang akan menahan kebocoran udara, dan akan secara otomatis menghambat kebocoran udara ketika ban tertusuk oleh benda tajam.

    Sehingga ketika ban tertusuk oleh benda yang tajam misalnya paku, maka ban tubeless ini tidak langsung kempes sehingga ada waktu kita untuk menambalkan ban ke tukang tambal ban khusus ban tubeless. Pada saat terkena paku, ban tidak langsung kempes ini dikarenakan tread dan linernya akan mencangkeram atau menghimpit paku dengan kuat, sehingga tidak ada celah bagi udara untuk keluar dari ban.

    Selain itu juga keuntungan ban tubeless ini adalah transfer radiasi panas yang dihasilkan ketika berjalan akan disalurka dengan rim. Ada 3 hal yang tidak ada pada ban tubeless tetapi ada pada ban dengan ban dalam, yaitu ban dalam, flap dan side ring. Ini akan membuat ban tubeless semakin ringan. (http://www.bisaotomotif.com)

    Penyebab Rem motor bunyi critcit setelah berkendara saat hujan

    Penyebab Rem motor bunyi cit cit setelah berkendara saat hujan - Musim penghujang mengharuskan pemilik motor untuk memberikan perhatian lebih pada motornya, selain harus rutin mencuci motor agar bersih juga perlu dilakukan perawatan seperti mulami rantai motor, memeriksa tekanan ban dan masih banyak lagi. Perawatam ini bertujuan agar masalah atau problem tidak muncul, nah salah satu masalah yang paling sering muncul ketika musim penghujan adalah rem motor yang berdecit.

    Bunyi berdecit ini tentunya sangat mengganggu pendengaran, terlebih lagi membuat kita merasa minder atau kurang percaya diri. Lalu apa sih penyebab rem bunyi cit cit setelah berkendara saat musim hujan?

    Rem motor
    Rem motor

    Rem berdecit pada motor disebabkan oleh adanya debu yang terkena air yang menempel pada kanvas rem ataupun cakram pada rem motor. Debu yang menempel ini akan bergesekan dan menhasilkan bunyi cit cit yang sangat menganggu. Bunyi ini akan terdengar keras pada saat dilakukan pengereman.

    Selain adanya debu yang menempel pada kanvas atau rem, bunyi ini juga bisa disebabkan oleh ausnya kanvas rem. 

    Maka dari itu, untuk menghilangkan bunyi ini maka anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Kalau disebabkan karena kampas rem yang sudah aus maka langkah perbaikannya adalah penggantian kanvas rem. 

    Sedangkan bila penyebabnya adalah komponen rem yang kotor, maka perlu dilakukan pembersihan. Anda dapat membersihkan kanvas rem dengan amplas, kemudian cakram jangan lupa juga dibersihkan. Biar semakin bersih, gunakan sabun untuk membersihkan cakram rem motor anda.

    Ketika musim penghujan anda harus rutin melakukan servis di bengkel, hal ini dikarenakan pada musim penghujan motor membutuhkan perawatan yang lebih. Perawatan yang diperlukan seperti pengecekan rem, tune up ringan, ban, rantai motor dan masih banyak lagi.

    Cara Sederhana Menjaga Performa Mesin Tetap Prima

    Cara Sederhana Menjaga Performa Mesin Tetap Prima - Sebagai pengemudi memiliki mobil dengan performa maksimal adalah suatu kebanggan, selain itu juga dapat membuat kita merasa puas mengemudikan mobil tersebut. Berbeda jika mobil yang kita miliki performanya sangat buruk, tentu kita akan lebih mudah emosi dan akan merasa malu bila membawa penumpang, pasti dianggap tidak bisa mengemudikan mobil.

    Performa mobil sangat ditentukan oleh kondisi mesin, bila kondisi mesin normal maka performa mesin juga maksimal, tetapi bila mesin bermasalah performa mesin tersebut juga akan kurang maksimal. Jadi kuncinya adalah membuat mesin dalam kondisi normal.

    Nah, agar messn mobil normal maka perlu dilakukan perawatan. Perawatan ini akan membuat komponen mesin lebih awet, bukan berarti tidak bisa rusak. Perawatan merupakan usaha agar komponen mesin lebih awet lagi.

    Dengan perawatan yang rutin, mesin mobil anda akan terjaga, sehingga performanya baik, gas buang baik, konsumsi bahan bakar efisien dan lain sebagainya.

    Nah, apa sajakah perawatan-perawatn sederhana mesin yang dapat meningkatkan performa mesin. Berikut ini kami berikan tutorial tentang cara menjaga permorma mesin tetap maksimal.

    Cara sederhana menjaga performa mesin agar maksimal


    Menjaga performa mesin mobil tetap prima
    Menjaga performa mesin mobil tetap prima

    1.  Oli mesin - Cara Menjaga Performa Mesin Tetap Prima

    Yang perlu anda perhatikan adalah masalah oli mesin. Perawatan yang dilakukan antara lain gantilah oli mesin secara rutin. Oli mesin yang telat diganti akan membuat pelumasan tidak maksimal yang bisa membuat keausan pada komponen-komponen mesin. Selain itu pilihlah oli mesin yang  berkualitas, dan perhatikan juga viskositas (kekentalanny). Pilihlah oli dengan kekentalan yang sesuai dengan karakteristik mobil anda. Umumnya mobil keluaran terbaru menggunakan oli yang sedikit encer, hal ini akan menghasilkan performa mesin yang lebih baik, mobil yang masih baru mempunyai tingkat presisi yang masih sangat baik (belum mengalami keausan) sehinga dengan oli yang sedikit encer sudah cukup. Tapi kalau mobil sudah lawas, lebih baik gunakan oli yang lebih kental. 

    2. Bahan bakar - Cara Menjaga Performa Mesin Tetap Prima

    Bahan bakar sangat mempengaruhi performa mesin. Tentu bahan bakar yang berkualitas baik akan menghasilkan performa yang lebih baik pula. Kualitas bahan bakar dapat kita lihat dari nilai octannya, semakin tinggi nilai octannya maka bahan bakar tersebut semakin baik. Di Indonesia dikenal ada beberapa jenis. Yang pertama adalah premium dengan nilai octan 88, pertamax dengan nilai octan 91 dan pertamax plus dengan nilai octan 95. 

    Dengan menggunakan bahan bakan yang berkualitas atau yang mempunyai nilai oktan lebih tinggi  maka pembakaran akan lebih sempurna, gas buang yang dihasilkan juga akan lebih baik. Performa? Sudah tidak ditanyakan lagi, pasti akan lebih baik.

    3. Tune up rutin - Cara Menjaga Performa Mesin Tetap Prima

    Tune up merupakan salah satu cara untuk meningkatkan performa mesin. Karena pada saat tune up, mesin mobil anda akan diperiksa dan dirawat khusus pada bagian mesin saja. Dalam tune up rutin biasanya komponen mesin yang diperiksa antara lain busi, kabel busi, filter udara, fuel filter, dan lain sebagainya. Bila komponen tersebut sudah tidak sesuai spesufujasu, maka akan diganti atau dilakukan penyetelan. Karena kondisi kompenen penting tersebut baik, maka performa mesin mobil anda juga akan baik.

    Sebagai contoh adalah busi, apabila busi kotor atau celahnya tidak sesuai maka percikan yang dihasilkan tidak  mampu membakar campuran udara dan bahan bakar. Akibatnya performa tidak sempurna, bensin lebih boros dan emisi gas buang yang tidak sesuai.

    Kemudian jika filter udara sudah rusak atau sangat kotor, tentu akan menghambar udara yang akan masuk ke silinder. Sehingga membuat pembakaran tidak sempurna (umumnya gas CO akan meningkat dalam gas buang) dan performa tidak seperti yang diharapkan.

    Nah, lebih baik anda melakuan tune up rutin agar performa mesin anda lebih sempurna. (http://www.bisaotomotif.com)

    Fungsi Thermostat Pada Sistem Pendingin Mobil

    Fungsi Thermostat Pada Sistem Pendingin Mobil - Pada sistem pendingin yang ada di mobil terdapat komponen yang bernama thermostat, apa sih itu themostat? Thermostat merupakan sejenis katup yang dapat membuka dan menutup secara otomatis sesuai dengan temperatur air pendingin pada sistem pendingin mobil.

    Dari namanya aja kita sudah bisa mengetahui, bahwa thermo itu panas. Jadi semacam pengukur panas disertai dengan katup yang dapat membuka dan menutup. Lalu mengapa pada sistem pendingin dibutuhkan thermostat? Berikut ini alasannya :

    Cairan pendingin ini akan menerima panas dari mesin, umumnya efisiensi mesin beroperasi paling baik adalah ketika suhunya sekitar 80 sampai 90 derajat celcius. Temperatur tersebut kita sebut saja sebagai temperatur kerja.

    Ketika memanaskan mesin di pagi hari, tentu saja kita menginginkan mesin segera mencapai temperatur kerja (sering dibilang mencapai mesin panas), nah apabila pada sistem pendingin tidak terdapat katup seperti thermostat, maka cairan pendingin yang ada di dalam water jacket akan bersirkulasi ke radiator untuk didinginkan dengan kata lain proses pendinginan mesin saat memanaskan mesin terjadi, akibatnya mesin membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai temperatur kerja.

    Thermostat ini dipasang pada sistem pendingin dan berfungsi untuk mempertahankan temperatur cairan pendingin dalam batas yang diizinkan, berfungsi juga agar mesin lebih cepat mencapai temperatur kerja di pagi hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi dari thermostat pada sistem pendingin adalah sebagai berikut :

    Fungsi Thermostat

    1. Untuk menahan air pendingin agar tidak menuju ke radiator untuk didinginkan, dengan kata lain menahan air pendingin agar bersikulasi hanya pada mesin saja. Ini terjadi ketika suhu mesin masih rendah, sehingga mesin cepat mencapai temperatur kerja (80 - 90 derajat celcius).
    2. Berfungsi untuk membuka saluran dari mesin ke radiator agar air pendingin dapat bersirkulasi dari mesin ke radiator, sehingga air pendingin dapat didinginkan di radiator. Ini terjadi pada saat mesin telah mencapai suhu kerja.
    3. Intinya adalah fungsi dari thermostati ini yaitu untuk mempertahankan temperatur cairan pendingin agar berada dalam batas yang diizinkan.
    Fungsi Thermostat Pada Sistem Pendingin Mobil
    Fungsi Thermostat Pada Sistem Pendingin Mobil

    Kontruksi Thermostat pada Sistem Pendingin


    Dimana thermostat ini dipasang? Thermostat ini dipasang pada saluran air keluar dari mesin menuju radiator. Thermostat ini dioperasikan oleh wax sealed yanag berada di dalam silinder. Wax ini dapat perubah volumenya apabila terdapat pengaruh suhu/temperatur.
    Letak Thermostat
    Letak Thermostat

    Perubahan volume wax ini akan membuat silinder bergerak, pergerakannya yaitu turun atau naik yang akan membuat katup membuka atau menutup. Di dalam thermostat juga terdapat jiggle valve yang memiliki fungsi untuk mengalirkan air dari sistem pendingin pada saat menambahkan cairan pendingin kedalam sistem pendingin.

    Sumber: http://www.bisaotomotif.com

    Fungsi dan Macam-macam Tutup Kopling (Clutch Cover)

     Fungsi dan Macam Tutup Kopling (Clutch Cover) - Salah satu sistem pada mobil adalah sistem pemindah tenaga atau power train system,  yang mana sistem ini terdiri dari kopling, transmisi, propeller, differential dan lain sebagainya. Salah satu komponen utama kopling adalah tutup kopling (clutch cover), selain clutch cover komponen dari sistem kopling adalah kampas kopling dan mekanisme penggerak.

    Nah, pada kesempatan kali ini kita akan fokus membahas tentang fungsi atau kegunaan dari tutup kopling (clutch cover) beserta dengan macam-macamnya :

    Fungsi tutup kopling (clutch cover)

    Tutup kopling atau clutch cover pada kopling terpasang atau dibautkan dengan fly wheel (roda penerus), sehingga clutch cover ini akan berputar bersama-sama dengan fly wheel dan atau kampas kopling. Clutch cover terdapat plat penekan, plat penekan ini merupakan plat yang terbuat dari besi tuang, dan sisinya halus. Plat penekan ini nantinya akan bersentuhan langsung dengan kampas kopling.


    Tutup kopling ini dilengkapi dengan sejumlah pegas spiral atau pegas diaphragma. tutup dan tuas penekan. Pegas digunakan untuk memberikan tekanan terhadap pelat tekan, pelat kopling dan roda penerus.

    Macam-macam tutup kopling (clutch cover)

    Macam macam tutup koplin (clutch cover)
    Macam macam tutup koplin (clutch cover)

    Terdapat dua macam pegas yang digunakan pada tutup kopling yaitu pegas spiran (atau pegas koil) dan juga pegas diaphragma. Dan berikut ini adalah penjelasannya :

    Lihat gambar diatas, di bagian kiri adalah tutup kopling dengan pegas koil. Dan di bagian kanan adalah tutup kopling dengan pegas diafragma.

    1. Tutup kopling (clutch cover) dengan pegas koil

    Macam tutup kopling yang pertama adalah tutup kopling dengan pegas koil. Cultch cover yang satu ini terdiri dari pressure plate yang umumnya terbuat dari baja tuang yang diratakan dengan halus untuk menekan kampas kopling.

    Clutch cover yang satu ini menggunakan pegas koil dan tiga buah pressure lever. Clutch cover dengan pegas koil banyak digunakan pada kendaraan berat seperti bus, truck dll.


    2) Tutup Kopling dengan Pegas Diaphragma (Diaphragm Spring Type Clutch)

     Macam tutup koplin yang kedua adalah dengan pegas diafragma yang berfungsi untuk memberikan tekanan terhadap pelat tekan, pelat kopling dan roda penerus., kalau pada tipe ini pegas diafragma juga berfungsi sebagai pressure level. Bila pedal kopling di injak, release bearing akan mendorong ujung-ujung sirip pada pegas diafragma, plat penekan akan tertarik sehingga kampas kopling bebas. Tutup kopling tipe ini lebih banyak digunakan daripada tipe tutup koil dengan pegas koil. Hal ini dikarenakan tutup kopling dengan pegas diafragma memiliki beberapa kelebihan.

    Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari pegas diafragma :
    1. Tidak memerluan tenaga yang berlebihan dalam membebaskan kopling dengan kata lain lebih ringan dalam membebaskan kopling
    2. Kemungkinan slip sangat kecil karena penekanan yang dihasilkan lebih merata
    3. Kontruksi lebih sederhana
    4. Ketika kecepatan tinggi, tegangan pada pegas diafragma tidak menurun, sedangkan pada pegas koil akan menurun karena efek dari gaya sentrifugal.
    Sumber: http://www.bisaotomotif.com

    Rudolf Diesel - Penemu dari Mesin Diesel

    Rudolf Diesel 18 Maret 1858 - 29 September 1913

    Mesin Diesel


    Rudolf Christian Karl Diesel adalah sarjana mesin dari Jerman dan merupakan penemu dari Mesin Diesel.

    Diesel lahir di Paris, Perancis pada tahun 1858 dari orangtua yang berkebangsaan Jerman dan berimigrasi ke Perancis. Sebagian masa kecil Diesel dihabiskan di Perancis sampai meletusnya perang Franco-Prussian di tahun 1870. Keluarganya terpaksa mengungsi pindah ke London, Inggris. Dan menjelang perang berakhir, ibunya mengirim Rudolf Diesel yang masih berusia 12 tahun untuk tinggal di Augsburg bersama paman dan bibinya agar dapat berbicara dalam bahasa Jerman dan bersekolah di Royal County Trade School, dimana pamannya menjadi mengajarkan matematika disana.

    Pada usia 14 tahun, Rudolf Diesel mengirimkan surat kepada orangtuanya yang berisikan cita-citanya untuk menjadi seorang insinyur, dan setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menjadi murid terbaik di kelasnya pada tahun 1873, dia melanjutkan sekolahnya di School of Augsburg. Selanjutnya pada tahun 1875, dia menerima beasiswa dari Royal Bavarian Polytechnic di Munich, dimana saat itu Rudolf Diesel terpaksa menentang keinginan orangtuanya yang kesulitan keuangan dan mengharapkan agar Rudolf mulai bekerja untuk mencari penghasilan.

    Sambil kuliah, Rudolf Diesel bekerja di sebuah pabrik dan mendapatkan banyak pengalaman dari tempatnya bekerja. Pada tahun 1880, Diesel lulus dari universitasnya dan mendapatkan kehormatan sebagai murid dengan nilai akademik terbaik.

    Rudolf Diesel mengadakan penelitian, bagaimana agar penggunaan bahan bakar pada suatu mesin menjadi lebih efisien. Dia tahu bahwa mesin-mesin uap yang ada pada jamannya, hanya memiliki tingkat efisiensi sebesar 10-15%. Dia kemudian merancang sebuah mesin dengan bahan bakar yang disemprotkan kedalam ruang kompresi dimana bahan bakar tersebut akan terbakar akibat panas yang timbul akibat kompresi. Mesin inilah yang kita kenal sekarang dengan Mesin Diesel.
     Impian Diesel untuk menciptakan mesin dengan efisiensi tinggi menjadi tercapai, karena sumber bahan bakar untuk mesin diesel yang dipakai sekarang dan kita kenal dengan nama 'diesel' adalah minyak sisa dari hasil penyaringan bensin.

    Setelah kematian Rudolf Diesel, mesin diesel menjadi pengganti mesin uap. Mesin Diesel adalah mesin yang berat dan memiliki bentuk yang lebih kaku dan kokoh dari mesin bensin sehingga mesin diesel tidak digunakan untuk mesin pesawat terbang, tetapi mesin diesel berkembang luas sehingga banyak dipakai oleh pabrik, kapal laut, kapal selam, lokomotif dan mobil modern. Mesin diesel mempunyai keuntungan karena lebih irit bahan bakar daripada mesin dengan bahan bakar bensin. Rudolf Diesel khususnya tertarik untuk menggunakan abu batu bara ataupun minyak sayur sebagai bahan bakar, dan kenyataannya, mesin yang dirancangnya memang dapat berjalan dengan menggunakan minyak sayur. [http://www.ceritakecil.com]

    Jenis-Jenis Maintenance

    Dalam menentukan kebijaksanaan maintenance, umumnya terdapat 2 jenis maintenance, yaitu sebagai berikut.

    Planned (preventive) maintenance.
    Breakdown (corrective) maintenance

    Preventif Maintanance
    Kegiatan preventive maintenance bertujuan untuk mengurangi kemungkinan cepat rusak dan kondisi mesin selalu slap pakai. Caranya adalah sebagai berikut.
    Patrol/Regular Preventive Maintenance Inspection
    Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan cara memeriksa setiap bagian mesin secara berpatroli dan berurutan sesuai dengan schedule.


    Major Overhaul (turun mesin)
    Kegiatan maintenance yang dilaksanakan dengan mengadakan pembongkaran menyelurah dan penelitian terhadap mesin, serta melakukan penggantian suku cadang yang sesuai dengan spesifikasinya. 


    Untuk memudahkan melaksanakan maintenance maka kegiatan maintenance yang dilakukan sebaiknya berdasarkan:


    Sistem work order atau work order system merupakan kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pesanan dari bagian produksi maupun dari bagian-bagian lain.
    Check list system merupakan daftar atau schedule yang telah dibuat untuk melakukan kegiatan maintenance dengan cara pemeriksaan terhadap setiap mesin secara berkala.
    Rencana kerja triwulan, yaitu kegiatan maintenance yang dilaksanakan berdasarkan pengalaman atau berdasarkan catatan sejarah mesin, misalnya kapan suatu mesin harus dirawat atau diperbaiki.


    Work order atau Surat perintah memuat tentang:
    apa yang harus dikedakan;
    siapa yang menger akandanbertanggungjawab,
    alat-alat yang dibutuhkan serta macamnya;
    waktu yang dibutuhkan untuk menger akan pekedaan pemeliharaan tersebut dan kapan waktu penyelesaiannya.
    Preventive maintenance bertujuan agar hal-hal berikut terjamin.
    a) Keamanan mesin dan operator (tenaga maintenance).
    b) Kelancaran mesin.
    c) Mutu produksi.
    d) Kebersihan mesin dan lingkungan sekitarnya.


    Keempat hal tersebut bermuara pada mutu produk yang primer sesuai rencana.
    a. Keamanan Mesin dan Operator (nnaga Maintenance)
    Untuk setiap mesin yang terdapat di dalam pabrik sudah ada ketentuan mengenai karakteristik mesin tersebut.
    Misalnya: temperatur air, angin, dan oli tidak boleh melebihi standar yang sudah ditentukan. Untuk operator harus memperhatikan alat-alat pengaman yang terdapat di dalam setiap mesin

    b. Kelancaran Mesin
    Pemberian minyak pelumas secara teratur dan pemeriksaan mesin sert4 peralatannya secara berkala, bertujuan agar dapat menj aga kelancaran mesin sehingga proses produksi dapat ber alan lancar.
    Untuk setiap mesin yang ada sudah dipasang suatu alai kontrol untuk mengetahui keadaan minyak pelumas harus ditambah. Penggantian minyak pelumas dilakukan berdasarkan j am kerja mesin atau hasil analisis minyak
    di laboratorium

    c. Mutu Produksi
    Menjaga mutu produksi bertujuan untuk selalu dapat memenuhi standar mutu utama dengan menekan tingkat kerusakan produk serendah mungkin. Hal ini dilakukan dengan cara mempertahankan tingkat produktivitas kerja dan selalu memenuhi spesifikasi kerja yang telah ditentukan serta ketelitian dan kecermatan yang didukung oleh tekad dan kemauan kerja yang tinggi. Untuk mencapai mutu produksi tersebut bagian maintenance akan menjaga agar pabrik tetap dapat beroperasi secara efisien dengan menghindari (mengurangi) hambatan sekecil mungkin sehingga produk dapat diserahkan kepada langganan tepat pada waktunya (delivery date yang tepat). Untuk setiap mesin dibuat suatu hasil persentase kerusakan. Misalnya, untuk kerusakan produk di bagianfinishing adalah 10% dari 60% yang ditargetkan
    (sasaran).

    d. Kebersihan Mesin dan Lingkungan Sekitarnya
    Lantai sekitar mesin harus bersih dari lumuran minyak yang berlebihan pada waktu melaksanakan pelumasan serta dari sampah yang berserakan. Hal ini untuk menghindari tedadinya kecelakaan bagi pekeda (operator) serta menciptakan kenyamanan bekerja. Kebersihan mesin dijaga dengan cara membersihkan mesin tersebut serta diadakan
    pengecatan kembali.


    Dalam melaksanakan kegiatan maintenance, bila perlu ada penambahan jam ker a. Biasanya penambahan jam ker a dilakukan pads hari Minggu serta hari-hari libur lain yang dikenal dengan overtime.
    Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (libur), yaitu preventive maintenance, yakni kegiatan berikut ini.
    Pelumasan atau penggantian oli.
    Perbaikan terencana.
    Penggantian spare part (suku cadang).
    Pembongkaran serta penelitian mesin.
    Pada hari kerja, kegiatan preventive maintenance dan breakdown (cor-rective) maintenance dilaksanakan dengan porsi sebagai berikut.
    80% roting dan breakdown maintenance.
    20% preventive maintenance.


    Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan preventive maintenance dibuat suatu jadwal sebagai berikut.
    a) Mendistribusikan kegiatan secara merata dalam skala waktunya dengan memperhatikan frekuensi kegiatan.
    b) Menggunakan check list dengan instruksinya untuk dipakai sebagai pedoman oleh petugas maintenance, serta untuk keseragaman pelaksanaan dan pengecekan.
    c) Perawatan pencegahan dilakukan tepat waktu, kecuali mesin sedang diperbaiki karena kerusakan atau sedang dibongkar (overhaul).
    d) Perawatan pencegahan dilakukan menurut jadwal tertentu, yaitu hal-hal kecil yang tidak mengganggu jadwal produksi.


    Contoh: Perawatan pencegahan (preventive maintenance) untuk mesin Banbury, dikepada check list yang memuat instruksi, sebagai berikut.
    � Periksa kondisi dan kebocoran dust stop searing.
    � Periksa kebocoran Racin Hyd. Unit.
    � Periksa bolt-bolt door top and lacth cyl.
    � Periksa Mc. Cord lubricator pump.
    � Periksa kebocoran angin pada ram packing dan line pipa-pipa angin.
    � Periksa kebocoran pada line pipa pendingin.
    � Batch off mill, periksa kondisi mill knife dan kebocoran angin.
    � Periksa kondisi roll-roll, pillow block bearling, convbelt, gearbox, coupling, sprocket, dan rantai pads: loading, scale, charging, crooss over conveyor.
    � Periksa panborn traverse motor blower, drive chain, steel cable, mo�tor coupling screw.


    MAINTENANCE
    TUJUAN BELAJAR

    Umum
    Peserta dapat mengetahui kegiatan-kegiatan dan peralatan di workshop maintenance.

    TUJUAN MAINTENANCE
    Program Maintenance bertujuan untuk:
    1. Melakukan perawatan dan pemeliharaan peralatan produksi sehingga selalu berada dalam kondisi daya guna efektif.
    2. Melakukan perawatan peralatan produksi dengan biaya seekonomis mungkin.
    3. Melakukan modifikasi peralatan produksi sebagai improvement dalam mencapai standar kualitas yang lebih baik.
    Maintenance dapat dikelompokkan atas tiga bagian yaitu preventive maintenance, predictive maintenance, dan breakdown maintenance.

    PREVENTIVE MAINTENANCE

    Preventive maintenance merupakan maintenance rutin yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan sebelum usia pakai (life time) peralatan tersebut berakhir. Preventive maintenance biasanya didasarkan pada jam operasional peralatan. Jenis-jenis preventive maintenance dapat dikelompokkan atas:

    Oiling
    Oiling adalah tindakan pemberian oli terhadap komponen-komponen bergerak, penggunaan oli pada umumnya untuk bagian-bagian peralatan yang tertutup seperti gearbox. Pemberian oli terdiri dari penggantian dan penambahan. Jenis oli yang digunakan setiap peralatan tidak ada yang sama tergantung pada kondisi kerja peralatan tersebut.
    Untuk kondisi kerja dengan temperatur tinggi seperti turbin digunakan oli Turbo T46, sedangkan untuk hydrolic power pack dan hydrolic system lainnya menggunakan oli Turalik 52 atau Oli Meditran SAE 10.

    Greasing
    Merupakan proses penambahan dan penggantian grease, biasanya menggunakan alat berupa pompa grease (pispot). Grease digunakan untuk bearing, bushing dan poros.

    Penggantian
    Penggantian spare part rutin dilakukan sesuai dengan rancangan awal peralatan tersebut, sesuai dengan usia pakainya. Penggantian spare part tersebut untuk menjamin optimalisasi kerja unit secara keseluruhan. Seperti penggantian filter pada mesin diesel.

    Penyetelan
    Penyetelan dilakukan untuk mengembalikan peralatan ke kondisi semula, sehingga kerja peralatan tersebut tetap optimal. Seperti penyetelan kerenggangan rotor bar dengan ripple plate pada unit ripple mill sesuai dengan efisiensi peralatan tersebut, penyetelan damper separating colomb, secondary separating colomb dan LTDS.

    PREDICTIVE MAINTENANCE

    Predictive maintenance bertujuan untuk mengetahui lebih dini kemungkinan terjadinya kerusakan pada suatu unit. Dengan diketahuinya kondisi peralatan tersebut dapat dilakukan tindakan untuk mencegah peralatan tersebut breakdown pada saat beroperasi yang dapat menyebabkan terjadinya stagnasi proses produksi. Predictive maintenance terdiri dari merger tester, vibro tester, thickness tester.
    1. Merger tester digunakan untuk mengetahui tahanan isolasi dari electromotor, bila tahanan isolasi electromotor rendah perlu dilakukan serlak ulang, hal ini akan dapat mencegah electromotor terbakar.
    2. Vibro tester berfungsi untuk mengetahui getaran suatu peralatan seperti bearing, jika getarannya telah melebihi standar maka perlu dilakukan penggantian atau penambahan grease jika masih memungkinkan.
    3. Sedangkan thickness meter berfungsi untuk mengetahui ketebalan suatu unit dan laju keausan suatu peralatan sehingga dapat direncanakan penggantiannya.
    BREAKDOWN MAINTENANCE

    Breakdown maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan pada suatu unit yang terhenti operasinya akibat kerusakan pada alat tersebut. Pada dasarnya breakdown maintenance sangat tidak diinginkan, karena akan mengganggu proses produksi. Oleh karena itu preventive maintenance dan predictive maintenance perlu untuk dioptimalkan.

    PENGANTAR  ISO 9001

    ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.


    Jenis-Jenis Pemeliharaan
    Jenis-Jenis Pemeliharaan
        Di bawah ini akan di jelaskan beberapa dari macam-macam pemeliharaan (maintenance), yaitu:
    1. Preventive Maintenance
       Adalah kegiatan pemeliharan dan perawatan yang di lakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-
       kerusakan yang tidak terduga, dan menemukan kondisi kerusakan pada waktu di gunakan. Dalam
       prakteknya preventive maintenance yang di lakukan oleh suatu perusahaan dapat di bedakan:
       a. Continue maintenance adalah kegitan pemeliharaan dan perawatan yang di lakuakan rutin. contohnya
           membersihkan fasilitas atau peralatan, pelumasan, pengecekan oli, pengecekan isi bahan bakar
           pemanasan.
       b. Periodic maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang di lakukan secara periodic atau
           dalam jangka waktu tertentu.
    2. Corecttive Maintenance
        Adalah pemeliharaan yang di lakaukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan pada fasilitas
        atau   peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Perawatan ini merupakan pemeliharaan dan
        tidak di jadwalkan dan biasa terjadi.
    3. Improve maintenance
          Adalah suatu perawatan peningkatan dipakai bila dilakukan modifikasi pada peralatan sehingga 
        kondisinya meningkat dengan tujuan agar kerusakan tersebut tidak terulang dan mampu beroperasi sampai
        masa kerjanya (lifetime) tercapai.
    4. Breakdown Maintenance
            Jenis perawatan ini hanya bisa di lakaukan apabila mesin samasekali mati karena ada kerusakan atau 
        kelainan dan tidak mungkin dapat di operasikan. Untuk dapat memperbaikinya maka prinsip kerja dari
        peralatan yang bersangkuta harus dapat di kuasai. Dengan di kuasainya prinsip kerja peralatan tersebut
        maka diagnosa terhadap kerusakan dapat di lakukan dengan cepat dan tepat.
    Sifat Breakdown dapat di bedakan menjadi:
    �    Sporadic, yatu breakdown yang terjadi mendadak, dramatis atau kerusakan - kerusakan alat yang yang
          tidak terduga, breakdown maintenance jenis ini bisa terjadi dan mudah di tanggulangi.
    �    Kronis, yaitu minor breakdown tetapi frekuensi kejadiannya tinggi. Breakdown jenis ini sering di abaikan
          atau di lupakan setelah beberapakali usaha pengulangan yang gagal. Breakdown akan menyebabkan
          beberapa kerugian baik yang langsung maupun yang tidak langsung:
    �    Kerugian langsung mencangkut biaya perbaikan, biaya pencegahan, kerugian cacat produk, dan lain
          sebagainya.
    �    Kerugian tidak langsung mencakup penurunan produksi, merosotnya moral karyawan, menurunkan atau
          merusak citra perusahaan
    Sumber: http://teknikmesinpnup.blogspot.co.id

    Perbedaan dan Perbandingan Aki Kering dengan Aki Basah

    Perbedaan dan Perbandingan Aki Kering dengan Aki Basah - Salah satu komponen pada kelistrikan mobil adalah aki, aki ini berfungsi sebagai penyimpan arus listrik dan sebagai sumber arus ketika mobil pertama kali dihidupan. Dengan kata lain tanpa baterai maka starter tidak dapat berputar dan menghidupkan mobil. Aki atau baterai juga dapat menjadi sumber listrik ketika mobil dalam keadaan mati. Karena ketika mesin sudah hidup peran aki digantikan oleh sistem pengisian atau charging system.

    Aki atau baterai yang kita kenal ada dua macam, yaitu aki basah dan aki kering. Kedua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan, dan berikut ini bisaotomotif.com share tentang perbandingan antara aki kering dan aki basah.

    Lihat juga: 7-cara-dan-tips-merawat-aki-baterai

    Perbedaan aki kering dan aki basah dilihat dari segi tampilannya sangat mencolok, aki yang basah mempunyai kotak bagian samping yang agak transparan, sehingga dapat melihat jumlah elektrolit yang berada di dalamnya. Aki yang basah juga dilengkapi dengan garis di lower lever dan upper level sebagai tanda dalam melakukan pengisian elektrolit baterai. Jadi ketika mengisi elektrolit baterai, di isi sampai gari upper lever atau minimal berada diantara lower lever dan upper level. Pada aki basah juga ada tutup sel yang umumnya jumlahnya ada 6 buah. 

    Perbandingan aki kering dan aki basah
    Perbandingan aki kering dan aki basah
    Sementara itu pada aki kering kotak baterai biasanya gelap, dan tidak terdapat tutp sel seperti pada aki basah. Lebih jelasnya bisa anda lihat pada gambar dibawah ini :

    Perbandingan aki kering dan aki basah

    Kita bisa membedakan kedua jenis aki dari berbagai hal, mulai dari segi harga, kualitas, perawatan, dan usia pakai. 

    1. Perbandingan aki basah dan aki kering dilihat dari segi harga

    Dari segi harga, kedua aki dengan amper yang sama harganya berbeda. Beda merk pun harganya juga berbeda. Tapi yang pasti adalah harga aki kering sedikit lebih mahal dibandingkan dengan aki basah, mungkin karena ada beberapa kelebihan yang dimilikinya. Dari segi harga, kita nyatakan aki basah lebih murah.

    2. Perbandingan aki basah dan aki kering dilihat dari segi perawatan

    Dari segi perawatan aki kering pemenangnya, karena aki kering ini minim perawatan dapat juga dikatakan tanpa perawatan. Sehingga aki kering sering disebut juga dengan aki free maintanace. Mungkin ini sebabnya aki kering lebih mahal dibandingkan dengan aki basah.

    Kemudian untuk aki basah, ada perawatan yang harus anda lakukan diantaranya adalah selalu rutin memeriksa jumlah elektrolit bateri dan bila kurang harus menambahnya dengan air aki (air suling) bukan accu zuur (H2SO4). Coba deh baca artikel ini : 7 Cara dan tips merawat aki mobil agar awet

    3. Perbandingan aki basah dan aki kering dari segi kualitas

    Dari segi kualitas mungkin keduanya hampir sama, perbedaan paling mencolok dari kedua aki adalah pada perawatannya.

    4. Perbandingan aki kering dan aki basah dari segi usia pakai

    Dari segi usia pakaipun kedua aki juga hampir sama, pada intinya semakin baik perawatannya maka aki akan semakin awet. Bisa jadi aki basah bila dirawat dengan baik akan lebih lama usia pakainya, dan sebaliknya apabila aki basah tidak dilakukan perawatan maka usia pakai aki bisa lebih rendah daripada aki kering.

    Usia pakai sebuah aki rata-rata 2-3 tahun melebihi dari itu berarti sudah sangat baik. Tapi kalau aki usia pakainya hanya dibawah 1,5 tahun berarti ada masalah yang harus anda cari dan perbaiki. Kemungkinan besar terjadi pada sistem pengisiannya, pemakaian yang sembarangan dan tidak dilakukannya perawatan.


    Sudah tahukan sekarang perbedaan dan perbandingan aki kering dengan aki basah.(www.bisaotomotif.com)

    Komponen Utama Kopling pada Kendaraan

    Komponen Utama Sistem Kopling pada Kendaraan - Pada kendaraan terdapat sistem yang bernama sistem pemindah tenaga, yang mana salah satu komponen dari sistem pemindah tenaga ini adalah kopling. Komponen lain dari sistem pemindah tenaga antara lain ada transmisi, propeller shaft, gardan/differential, axle shaft dan lain-lain.

    Oke, pada kesempatan kali ini kita akan fokus membahas tentang kopling atau dalam bahasa inggris dikenal dengan clutch. Di manakah letak kopling? Kopling pada kendaraan terletak di antara transmisi dengan mesin (fly wheel).

    Karena terletak di antara dua komponen tersebut, maka fungsi dari kopling sudah jelas yaitu untuk memutus atau menghubungkan tenaga dari mesin ke transmisi. Pemutusan tenaga putaran dari mesin ke transmisi ini diperlukan ketika melakukan pemindahan gigi, sehingga ketika ingin memindah gigi percepatan maka kita harus menginjak pedal kopling terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar gigi percepatan dapat berpindah dengan mulus, tanpa menimbulkan suara ataupun kerusakan komponen pada transmisi.

    Lalu apa sajakah komponen komponen dari koplin? Berikut ini adalah komponen-komponennya :

    Komponen komponen utama kopling pada kendaraan

    Kopling pada kendaraan terdiri dari beberapa komponen seperti roda penerus, pelat kopling/clutch disc/kampas kopling, plat penekasn,  dan mekanism penggerak. Dan berikut ini adalah penjelasan singkat tentang komponen komponen tersebut :

    1. Kampas kopling/clutch disc/plat kopling

    Merupakan komponen utama pada unit kopling, kampas kopling berfungsi sebagai menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi. Dengan kata fungsi clutch disc adalah untuk meneruskan tenaga mesindari roda penerus (flywheel) ke plat penekan (pressure plate) dan selanjutnya ke input shaft transmisi. Kampas kopling ini terhubung dengan alur pada input shaft transmisi, jadi ketika kopling berputar otomatis input shaft transmisi juga berputar. 

    Kampas Kopling (Clutch Disc)
    Kampas Kopling (Clutch Disc)
    Kampas kopling terdiri dari beberapa bagian utama seperti facing, torsion dumper, cushion plate, paku keling, hub, dan lain sebagainya. Lomponen ini merupakan komponen pada kopling yang paling sering aus. Kampas kopling akan semakin cepat aus, bila penggunaannya salah.

    2. Tutup kopling (clutch cover)

    Komponen utama kopling yang ketiga adalah tutup kopling atau clucth cover. Tutup Kopling (Clutch Cover). Tutup kopling ini dibautkan dengan fly wheel, Tutup kopling ini akan berputar bersamaan dengan fly wheel dan atau plat kopling sesuai dengan putaran mesin. Untuk saat ini terdapat dua macam tutup kopling, yaitu diaphragm spring clutch cover (tutup kopling tipe pegas diafragma) dan tutup kopling dengan pegas coil. Tutup kopling bagian kiri adalah clutch cover dengan pegas koil, dan gambar bagian kanan yaitu tutup kopling dengan pegas diafragma.

    Tutup kopling (clutch cover)
    Tutup kopling (clutch cover)

    3. Mekanisme penggerak

    Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
    Mekanisme penggerak kopling tipe mekanis
    Mekanisme penggerak merupakan suatu mekanisme yang berguna untuk mengoperasikan kopling, kita dapat mengoperasikan kopling dengan menginjak pedal kopling. Mekanisme penggerak akan mneruskannya sehingga kopling dapat terbebas, dan dapat dilakukan perpindahan gigi. Mekanisme penggerak pada kopling terdapat dua macam, tipe yang pertama menggunakan tipe mekanis dan tipe yang kedua menggunakan tipe hidraulis. 

    Gambar diatas merupakan gambar mekanisme penggerak tipe mekanis, yang mana untuk menggerakkan masih menggunakan kable bukan hidraulis. (www.bisaotomotif.com)