Tipe-Tipe Karburator Pada Motor dan Mobil

Tipe tipe karburator pada motor dan mobil ada beberapa macam, pembagiannya pun dibagi menjadi beberapa bagian seperti berdasarkan jumlah venturinya atau tipe arus dan jumlah barel. Karburator adalah salah satu komponen pada sistem bahan bakar bensin yang berguna untuk mencampur udara dan bahan bakar dalam perbandingan yang diusahakan sesuai dengan kebutuhan mesin. Oke, langsung saja berikut adalah tipe tipe karburator.

A. Tipe karburator berdasarkan jenis ventury

Tipe Karburator berdasarkan tipe ventury
Tipe Karburator berdasarkan tipe ventury
Jenis ventury yang digunakan pada mobil ataupun motor biasanya terdapat 3 tipe, yaitu venturi tetap (fixed venturiw), variable venturi, dan valve venturi. Variable venturi adalah tipe venturi yang paling sering digunakan, permukaan venturi pada venturi jenis ini di atur sesuai dengan banyak sedikitnya udara yang dihisap. 

Karburator tipe "N" pada mesin Daihatsu kayaknya sudah menggunakan venturi yang berjenis air valve, sehingga karburator ini membukanya air valve diatur dengan besarnya udara yang dihisap. Walaupun berbeda jenisnya dengan variable venturi tetapi kerjanya hampir sama dengan venturi tipe variabel.

B. Tipe karburator berdasarkan tipe aliran

Tipe karburator berdasarkan tipe aliran
Tipe karburator berdasarkan tipe aliran
Karburator dapat dibedakan dari jenis alirannya. Karburator yang mencampur udara dan bahan bakar yang keluarnya mengara ke bawah disebut karburator arus turun, sedang yang keluarnya ke sisi (mendatar) disebut karburator arus datar. Pada mobil mobil karburator arus turun lebih banyak digunakan daripada tipe arus datar. 

C. Tipe karburator berdasarkan jumlah barel

Tipe karburator berdasarkan jumlah barrel
Tipe karburator berdasarkan jumlah barrel
Barel adalah saluran untuk mencampur udara dan bahan bakar yang mengalir dari ventury ke inlet karburator. Bila hanya terdapat satu barel, maka karburator disebut dengan karburator singgle barel, tetapi bila terdapat dua disebut dengan karburator double barrel. Pada umumnya karburato singgle barel digunakan untuk mesin yang memiliki kapasitas kecil, sedangkan double barrel digunakan pada mesin yang memiliki kapasitas yang lebih besar atau sedang.

Sumber: www.BisaOtomotif.com

Baca Selengkapnya>

Tips Membeli Ban Mobil Bekas Yang Tepat dan Berkelas

Tips Membeli Ban Mobil Bekas - Memiliki mobil memang sangat menyenangkan karena Anda tak perlu ribet dengan panas dan hujan tapi Anda juga akan berhadapan dengan kebutuhan untuk menjaga mobil untuk selalu siap untuk bekendara yang salah satunya adalah ban mobil. nah, membeli ban mobil satu paket memang menguras kantong apalagi dimasa belom gajian yang akhirnya membuat Anda beralih pada ban bekas. Bagi yang sedang menacari ban mobil bekas alangkah baiknya Anda membperhatikan tips membeli ban mobil bekas berikut ini. 

Tips Membeli Ban Mobil Bekas Dapatkan Ban Kualitas Oke 

Tips Membeli Ban Mobil Bekas
Tips Membeli Ban Mobil Bekas

Berikut ini merupakan tips yang patut untuk diikuti ketika memilih ban bekas untuk mobil Anda. Jangan hanya tertipu penampilan saja teliti sebelum membeli ban bekas Anda akan berdampak lumayan pada mobil Anda nantinya. 

1. Perhatikan jumlah tambalan jika memilih ban tubles 
Jika Anda ingin membeli ban bekas terutama ban bekas tubles alangkah baiknya jika Anda memilih yang tidak memiliki terlalu banya tambalan. Jika terlalu banyak tamabalan usahakan jangan dipilih dan mencari yang lain karena ban tersebut tidak layak pakai merupakan tips memilih ban mobil bekas pertama yang harus Anda pahami. 

2. Tapak ban sangat penting 
Ketika Anda membeli ban mobil bekas baiknya untuk melihat tapakan dari ban mobil yang ada. Cek apakah ban bekas tersebut memiliki keretakan atau cacat lainnya pada setiap tapakannya. Kemudian jika pada ban mobil yang bar tentu pada tapakan ban akanterlihat dan tercetak jelas kerumitan dari motip tapakan ban. Untuk ban bekas sebaiknya Anda memilih tapakan ban yang disekeliling bannya memiliki tapakan uliran yang sama meratanya. Jika Anda memilih dengan tapakan uliran yang tidak merata akan mengakibatkan laju mobil Anda tidak nyaman. 

3. Hindari vulkanisir 
Terkadang ada yang memilih untuk mengunakan ban vulkanisir dibandingkan harus ribet memperhatikan tips beli ban mobil bekas yang membutuhkan kejelian. Perlu Anda ketahui jika ban vulkanisir memeng terlihat hampir sama dengan ban asli yang andabeli namun sesungguhnya itu haya direkayasa agar terlihat seperti ban gres alias baru. Ban vulkanisir akan berbahaya jika digunakan terutama pada bagian ban depan. 

4. Terlihat bagus belom tentu disertai kualitasnya 
Ketelitian juga perlu ditingkatkan ketika membeli ban bekas terkadang ada pihak yang memosel ban bekasnya sehingga terhindar dari segala pngecekan yang jika dilihat lebih dekat dan teliti tidak layak untuk digunakan. Memang jika dilihat lebih bagus tapi keselamatan paling utama bukan. Nah inilah Anda harus teliti sebelum membeli. 

5. Kode produksi
Mengecek kode produksi juga bisa menjadi penentu bagusnya ban bekas pilihan Anda. Yep, ketika Anda memilih ban bekas usahakan untuk selalu mengecek kode produksi yang tertera pada ban. 

Nah, apa untungnya? Untungnya Anda bisa memiliki kualitas ban yang bagus dibandingkan dengan yang lain jika Anda memilih ban dengan kode produksinya tidak terlalu lama masih baru-baru ini. 

Ban yang kode produksinya masih fresh atau tidak telalu lama memiliki kualitas yang bagus dibandingkan yang lainnya namun bukan berarti Anda juga mengabaikan factor lainnya. Mengenai ban bekas memang ada keuntungan dari segi keuangan anamun bukan berarti Anda beralih pada ban bekas ini. 

Usahakan untuk meminimalisir penggunaan ban bekas karena performanya tidak setangguh ban asli yang baru. Selain itu yang perlu diingat adalah ketika Anda menggunakan ban bekas jangan terlalu lama atau berfikir bahwa masalan ban Anda sudah teratasi tapi ban bekas hanyalah sebagai ban cadangan saja.

Sumber: Bisaotomotif.com

Baca Selengkapnya>

Ini akibat jika terlalu lama menginjak pedal kopling mobil

Ini akibat jika terlalu lama menginjak pedal kopling - Banyak kasus mesin sudah diseting sedemikian rupa, tapi masih saja tidak bertenaga. Terutama untuk angkatan pertama dan di jalan yang mendaki. Salah satu penyebab kasus ini adalah kampas kopling yang sudah aus/tipis, sehingga terjadi selip. Dalam artian, tenaga yang dihasilkan oleh mesin tidak dapat disalurkan dengan sempurna ke transmisi.

Walaupun sudah di gas pol, tapi mobil tidak jalan-jalan. Itu juga salah satu tanda kampas kopling aus. Kampas kopling yang aus memang sudah wajar, namanya komponen yang bekerja pasti lama kelamaan juga akan mengalami kerusakan atau keausan. Cuman masalahnya adalah apabila keausan atau kerusakan komponen tersebut, terjadi dalam jangka waktu yang singkat dengan kondisi barunya. Ini menandakan adanya kesalahan, baik itu faktor penggunaan atau faktor penyetelan.

Yang akan kita bahas kali ini adalah kampas kopling yang aus dikarenakan salah pemakaian. Seringkali pengemudi menginjak kopling terlalu lama, atau malah menjalankan mobilnya dengan terus menerus menginjak kopling (walaupun hanya di injak sedikit).

Bila pedal kopling di injak sedikit saja, entah itu seperempat atau setengahnya maka akan membuat kampas kopling tidak tertekan oleh plat penekan, akibatnya kampas kopling tidak terhubung sepenuhnya dengan roda gila dan plat penekan. Kampas kopling hanya terhubung sedikit saja sehingga akan membuatnya selip. 

Ini akibat jika terlalu lama menginjak pedal kopling
Ini akibat jika terlalu lama menginjak pedal kopling


Kopling selip inilah yang akan membuat kampas kopling cepat aus, bila terlalu lama dalam menginjak pedal kopling (setengah koplin) kampas kopling yang selip akan panas dan lama kelamaan akan menyebabkan kampas kopling terbakar atau gosong. Kampas kopling yang terbakar, akan menimbulkan bau khas yang sangat menyengat. Waspada jika kampas kopling sudah terbakar, untuk memperbaiki kasus tersebut jalan satu-satunya adalah menggantinya dengan yang baru.

Anda dapat menginjak setengah pedalvkopling kalau memang diperlukan saja, misalnya untuk menjaga agar mobil idak mati. Tapi yang perlu diingat adalah jangan terlalu lama    dan terlalu sering menginjak pedal kopling dalam posisi setengah. Selain itu juga, setelah selesai melakukan perpindahan gigi, harus secepatnya lepas tu peda kopling. Tapi jangan terlalu cepat juga, nanti mesin mati lagi.

Umumnya pengemudi akan menginjak pedal kopling dalam posisi setengah ketika berada di jalanan yang macet, ada solusi yang lain seperti menggunakan percepatan gigi ke satu dan berjalan secara perlahan. Bila berhenti, lebih baik anda netralkan dan aktifkan handrem.

Baca Selengkapnya>

Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian

Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian - Pada sistem pengapian yang masih konvensional atau sistem pengapian yang masih menggunakan platina untuk memutus dan menghubungkan arus primer yang ada di koil agar terjadi induksi tegangan tinggi.

Kondensor memiliki fungsi yang sangat vital, yaitu berfungsi untuk mencegah percikan bunga api yang terjadi pada platina. Percikan bunga api yang terjadi pada platina dapat membuat kontak point yang terdapat pada platina cepat aus, maka dari itu apabila tidak dilengkapi dengan kondensor maka platina akan cepat rusak (aus).

Kondensor ini berbentuk silinder kecil, kondensor terdiri dari beberapa lembar kertas timah yang masing-masing lembar tersebut diberi kertas paraffin. Lembaran-lembaran tersebut kemudian digulung dengan ketat, hingga membentuk sebuah silinder.

Masing-masing dari kumpulan plat tersebut kemudian dihubungkan dengan satu kawat yang nantinya akan menjadi kutub positif dan negatif.

Kondensor ini terpasang pada di distributor, ada yang dipasang di dalam distributor, tetapi ada juga yang dipasang di luar distributor. Untuk mobil toyota kijang rata-rata dipasang di luar bodi distributor. 

Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian

Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian
Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian

Kondensor pada sistem pengapian berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara breaker point yang ada pada platina. Loncatan bunga api ini terjadi pada saat platina mulai membuka, tujuan utamanya adalah untuk menaikkan tegangan yang ada pada coil skunder (tempatnya kumparan skunder). Tujuan lainnya juga adalah untuk membuat platina lebih awet.

Bagaimana bisa kondensor dapat menaikkan tegangan yang ada pada kumparan skunder coil? Ini penjelasannya.

Arus primer akan mengalir menuju ke kumparan primer, yang apabila arus primer ini diputus oleh platina secara tiba-tiba akan menyebabkan bangkitnya tegangan tinggi sekitar 500 volt pada kumparan primer dan 10.000 volt atau lebih pada kumparan sekunder yang ada pada ignition coil.

Induksi diri tersebut dapat menyebabkan arus tetap mengalir dalam bentuk bunga api pada breaker point. Hal ini disebabkan karena gerakan pemutusan platina relatif lebih lambat dibandingkan dengan gerakan aliran listrik.

Apabila terjadi loncatan bunga api pada platina, maka pemutusan arus primer tidak terjadi dengan maksimal. Akibatnya tegangan tinggi yang dihasilkan pada kumparan sekunder juga kurang maksimal. Agar tegangan yang dibangkitkan pada kumparan skunder lebih maksimal, maka pemutusan arus primer harus terjadi lebih cepat.

Pada saat arus primer mengalir maka akan terjadi hambatan pada arus tersebut, hal ini disebabkan oleh induksi diri yang terjadi pada waktu arus mengalir pada kumparan primer. Induksi diri tidak hanya terjadi pada waktu arus primer mengalir, akan tetapi juga pada waktu arus primer diputuskan oleh platina saat mulai membuka. Pemutusan arus primer yang tiba-tiba pada waktu platina membuka, menyebabkan bangkitnya tegangan tinggi sekitar 500 V pada kumparan primer dan 10.000 volt atau lebih pada kumparan sekunder pada ignition coil. 

Induksi diri tersebut, dapat menyebabkan arus primer tetap mengalir melalui bunga api yang terbentuk pada breaker point. Mengapa bisa terjadi hal demikian? Hal ini dikarenakan gerakan platina dalam memutuskan arus primer relatif lebih lambat dibandingkan dengan gerakan aliran listrik yang ingin terus melanjutkan alirannya ke massa/ground/body. Jika terjadi loncatan bungai api pada platina saat platina mulai membuka, maka pemutusan arus primer tidak terjadi dengan cepat dan maximal, padahal tegangan yang dibangkitkan pada kumparan sekunder akan naik apabila pemutusan arus primer terjadi lebih cepat.

Untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api pada platina, maka pada rangkaian sistem pengapian konvensional dipasaanglah kondensor untuk menyerap loncatan bunga api. Kondensor ini ada umumnya dirangkai secara paralel dengan platina.

Besar kapasitas kondensor menjukkan kemapuan dari kondensor tersebut. kemudian kapasitas usatu kondensor bisa diukur dengan satuan mikro farad. Misalnya kapasitor dengan kepasitas 0.22 micro farad atau 0.25 micro farad.
Sumber: www.bisaotomotif.com

Baca Selengkapnya>

Sejarah Penemuan Helikopter

Sebenarnya, perjalanan helikopter menjadi bentuk yang dikenal pada saat ini memakan kurun waktu yang cukup panjang. Dalam perjalanannya, juga melibatkan perkembangan teknologi dan juga para penemu serta pengembang helikoter.

Helikopter pertama yang menerbangkan manusia adalah Helikopter Breguet-Richet, tahun 1907. Heli ini terbang di Douai, Perancis pada 29 September 1907. Helikopter ini masih memperoleh bantuan dari empat orang yang memegangi keempat kakinya. Upaya ini tidak memperoleh catatan baik sebagai helikopter pertama yang terbang bebas. Walaupun demikian, helikopter ini membuktikan keberhasilan teori terbang vertikal yang saat itu masih dianggap sebagai teori. Ini merupakan mesin pertama yang bisa terbang dengan sendirinya membawa seorang pilot secara vertikal sebagai akibat daya angkat sayap putarnya. Heli ini menggunakan mesin Antoinette berkekuatan 50 hp.

Terbang heli sesungguhnya dilakukan oleh Paul Cornu menggunakan heli bermesin ganda Antoinette 24 hp di Lisieux, Perancis pada 13 November 1907. Penerbangan berlangsung 20 detik hingga ketinggian 0,3 Meter. Sedangkan Helikopter berjenis Gyroplane pertama diraih oleh C4 Autogiro buatan Juan de la Cierva. Autogiro terbang pertama pada 9 Januari 1923. Rahasia sukses pada pengadopsian sistem flapping hinges joint the blades to the rotor head.

Sementara helikopter yang sukses terbang pertama dilakukan oleh jenis Fock Wulf FW-61 berotor ganda yang didesain oleh Professor Heinrich Focke pada tahun 1933-1934. Helikopter ini melakukan terbang perdananya pada 26 Juni 1936 dan ditenagai oleh mesin Siemens-Halske Sh 14A bertenaga 160 hp. Heli ini diterbangkan oleh Ewald Rohlfs. Heli ini mencatat rekor terbang sejauh 122,35 km dan lama terbang satu jam 20 menit 49 detik. Pada waktu lain ia terbang hingga ketinggian 3427 meter dan rekor kecepatan 122 km/jam.


Pionir pengembang teknologi Helikopter

Leonardo da Vinci (1452-1519) - Leonardo da Vinci sebenarnya mengembangkan konsep terbang vertikal yang sebelumnya merupakan mainan anak-anak dari dataran Cina, tidak jelas sebenarnya sejak kapan mainan anak-anak ini dikembangkan disana dan siapa inisiatornya atau penemunya. Pada tahun 1483 Leonardo da Vinci mengembangkan konsep sekrup terbang.

Sir Goerge Cayley (1773-1857) - Sir George Cayley dikenal sebagai insinyur dan inovator dalam navigasi udara dan aerodinamika. Salah satu yang dikenalkannya adalah istilah angle of attack dalam dunia penerbangan. Dalam sejarah, dia merupakan sosok yang mengembangkan pesawat sayap tetap dan pesawat layang atau glider namun demikian dia mengembangkan sayap putar atau helikopter. Helikopter yang diperkenalkannya merupakan kompilasi dari bahan kayu, bulu, gabus dan kawat.

Pada 1842, Cayley mendesain helikopter lebih baik , khususnya ketika mengetahui bahwa putaran baling-baling dapat menimbulkan petaka sehingga memerlukan penangkalnya. Teori penangkal ini juga dikemukakan olehnya. Agar bisa terbang, helikpter ini menempatkan dua rotor yang bergerak berlawanan arah. Meski helikopter rancangannya belum berwujud dengan helikopter yang mengudara, konsep helikopternya dipakai oleh Kamov dari Rusia dan Focke dari Jerman.

Nikolai Egorovich Zhikovsky (1847-1921) - Zhukovsky mengawali karier di dunia penerbangan dengan menekuni matematika, hidrodinamika dan aerodinamika. Zhukovsky kemudian menemukan terowongan angin pertama di dunia untuk menguji teknologi aerodinamika. Terjun dalam pengembangan helikopter pada tahun 1910 dan pada Perang Dunia I mengembangkan banyak pesawat terbang dan helikopter

Juan de la Cierva (1895-1936) - Cierva mengembangkan helikopter setelah pesawat pembom bersayap ganda buatannya jatuh pada tahun 1919, alasannya adalah kestabilan helikopter dianggapnya lebih tinggi. Dalam membangun rancangan helikopternya, Cierva mengabaikan berbagai teori yang berkembang sebelumnya, dengan menggunakan rancangan-rancangan baru buatannya yang didasarkan pada teori yang dikembangkannya lewat berbagai eksperimen. Hasinya adalah Autogiro yang merupakan konsep pesawat gado-gado antara pesawat terbang umumnya sehingga bisa melakukan terbang landas secara vertikal, yang setengah pesawat terbang dan setengah helikopter. Autogiro Cierva terbang pada 1923. Lima tahun kemudian Cierva melakukan penerbangan keliling Eropa dengan Autogiro sejauh lebih dari 5000 km seraya berpromosi. Upayanya tidak sia-sia karena Autogiro rancangannya banyak diminati sejumlah industri di Eropa. Cierva meninggal dalam kecelakaan Autogiro di Croydon pada tahun 1936.

Igor Ivanovich Sikorsky (1889-1972) - Sikorsky menaruh minat pada penerbangan dengan merancang berbagai pesawat model di antaranya berupa helikopter sejak usia dini. Pada awalnya dia masuk Naval Academy di St. Petersburg yang kemudian mengundurkan diri dan pergi ke Paris untuk mendalami ilmu teknik dan penerbangan. Setelah dari Paris, dia kembali ke Kiev, Ukraina dan mengembangkan helikopter namun gagal. Revolusi Bolshevik memaksa Sikorsky hijrah ke Paris dan selanjutnya menetap di Amerika Serikat.

Pada tahun 1939 dia menerbangkan helikopter pertamanya VS-300 dan selama pengembangannya, helikopternya mencatat berbagai rekor penerbangan. Sampai memasuki abad ke-21 ada sekitar 40.000 helikopter buatan Sikorsky terbang diberbagai belahan dunia ini.

Mikhail Mil (1909-1970) - Seperti halnya Sikorsky, Mil menaruh minat pada penerbangan diusia dini. Dia memenangkan kompetisi pesawat model pada usia 12 tahun. Ia kemudian masuk ke Insitut Aviasi di Novocherkassk, Uni Soviet dan mengembangkan autogiro pertamanya dengan pengawasan dan bimbingan Kamov dan Skrzhinsky. Setelah lulus pada 1931, dia masuk ke pusat aerodinamika Rusia TsAGI, dan disinilah melakukan penelitian pada aerodinamika helikopter dengan penekanan pada stabilitas dan desain rotor.

Pada tahun 1947, Mil diangkat menjadi kepala desain helikopter yang baru dan memunculkan helikopter GM-1 yang dikenal menjadi Mi-1 Hare. Sukses Hare menuntun pengembangan helikopter selanjutnya yang sangat terkenal seperti Mi-4, Mil Mi-6 Hook, hingga Mi-8 dan Mi-17 yang terkenal, serta heli serang-angkut Mi-24

Yum Soemarsono (1916-1999) - Yum Soemarsono dikenal sebagai bapak helikopter Indonesia. Berbeda dengan penemu dan pengembang helikopter lainnya, dia mengembangkan helikopter sendiri berdasarkan pengalaman dan intuisi serta keterampilannya yang tidak diperoleh dari pendidikan tinggi. Rancangannya berupa Rotor Stabilizer dibuatnya hanya berdasarkan intuisi.

Helikopter pertama rancangannya adalah RI-H yang selesai pada tahun 1948 namun tidak sempat diterbangkannya karena lokasi pembuatannya di Gunung Lawu dibom Belanda pada saat Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Heli kedua adalah YSH yang dirancang bersama Soeharto dan Hatmidji, selesai pada tahun 1950 dan melayang setinggi 10 cm di lapangan Sekip Yogyakarta. Sementara Helikopter ketiga adalah Seomarcopter yang berhasil terbang ketinggian 3 meter sejauh 50 meter dengan mesin berdaya 60 hp pada 1954. Helikopter kepik yang ironisnya mengalami kecelakaan dan menyebabkan kehilangan tangan kirinya dan sekaligus menewaskan asistennya, Dali. Nama kepik sendiri adalah nama pemberian presiden Republik Indonesia pertama Soekarno.

Kehilangan tangan kirinya membuatnya menemukan suatu alat yang dinamakan throttle collective device untuk mengganti tangan kirinya yang putus, sehingga penerbang cacat masih mampu menerbangkan helikopter. Alat ini digunakan untuk mengangkat dan memutar collective, salah satu kemudi yang terletak pada sisi kiri penerbang. Semula hanya didesain untuk helikopter jenis Hiller, namun kemudian dikembangkannya untuk dipakai pada helikopter Bell 47G dan Bell 47J2A, hadiah dari Solichin GP. Meski alat ini kemudian diminati oleh pabrik helikopter Bell di Amerika Serikat, tidak ada kejelasan selanjutnya mengenai pengembangan alat ini dan sekaligus juga hak patennya. Beliau meninggal pada 5 Maret 1999. (Wikipedia)

Baca Selengkapnya>

Fungsi dan Cara Kerja Solenoid Valve Pada Karburator

Pada karburator terdapat katup solenoid atau solenoid valve. Postingan ini melanjutkan postingan sebelumnya tentang sistem stationer dan kecepatan lambat pada karburator, karena komponen ini bekerja pada saat putaran mesin stationer (idle). Pada mobil diesel sering terjadi mesin hidup walaupun kunci kontak "OFF", di mobil bensin pun juga bisa terjadi. Peritiwa ini disebut dengan Dieseling. Pada mobil bensin, dieseling disebabkan oleh campuran udara dan bahan bakar yang terbakar oleh panas yang berlebihan pada busi atau kerak yang membara yang menempel pada ruang bakar atau katup buang. 

Nah, untuk mencegah terjadinya dieseling pada mesin bensin, maka pada karburator dipasangi dengan katup solenoid (solenoid valve). Katup ini akan menghentikan supply bahan bahan bakar yang keluar melalui idle port, sehingga bahan bakar yang menuju ruang bakar hanya sedikit sekali sedangkan udara banyak, otomatis mesin akan mati dan tidak mengalami dieseling (mesin hidup walaupun kunci kontak sudah dalam posisi OFF).

Fungsi Solenoid Valve

Fungsi katup solenoid adalah untuk menghentikan supply bahan bakar yang menuju idle port, sehingga bahan bakar tidak keluar dari idle port dan tidak terjadi dieseling (mesin masih hidup ketika kunci konntak off).

Cara Kerja Solenoid Valve

Solenoid Valve Pada Karburator
Solenoid Valve Pada Karburator
Apabila mesin dihidupkan atau kunci kontak dalam posisi ON maka katup solenoid akan tertarik/terbuka membuka saluran bahan bakar sehingga bahan bakar dapat mengalir ke low speed circuit dan keluar dari idle port.

Solenoid Valve Pada Karburator
Solenoid Valve Pada Karburator
Ketika mesin dimatikan (kunci kontak OFF) maka solenoid valve ini akan menutup saluran bahan bakar, sehingga bahan bakar tidak dapat keluar melalui idle port. Mesin dapat mati, dan tidak mengalami dieseling. 

Untuk melihat cara kerja katup solenoid ketika membuka dan menutup dapat melihat gambar di atas. Biasanya katup solenoid terdiri dari satu kabel, kabel ini dihubungkan dengan terminal IG kunci kontak atau pada + koil (intinya disambungkan dengan kabel yang ketika IG mendapatkan arus, dan ketika kunci kontak OFF arus juga terputus). Ada juga katup solenoid yang terdiri dari 2 kabel, kabel yang satu dihubungkan dengan massa.

Bila terjadi kerusakan pada katup solenoid atau sirkuitnya maka dapat menyebabkan mesin tidak normal, terutama pada saat idle. Misal saja tidak sirkuit putus, maka katup solenoid akan tertutup terus, akibatnya bahan bakar tidak dapat keluar dari idle port sehingga kekurangan bahan bakar. Mesin pun akan mati, tetapi apabila dihidupkan kemudian digas maka mesin dapat hidup lebih lama, ketika tidak di gas maka mesin akan mati (tidak stationer). Jadi apabila katup solenodi tidak membuka, mesin dapat hidup tapi tidak dapat staioner (idle).
Sumber: www.bisaotomotif.com

Baca Selengkapnya>

Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar

Salah satu komponen sistem bahan bakar adalah fuel filter. Fuel system pada kendaraan berguna untuk menyediakan, mengalirkan, menyaring bahan bakar untuk proses pembakaran di dalam silinder. Setiap kendaraan baik itu mobil, bus atau yang lainnya pasti pada fuel systemnya terdapat saringan bahan bakar atau fuel filter. Pada mobil bensin dan diesel pun juga terdapat fuel filter ini.

Pasalnya kebersihan dari bahan bakar sangat penting, terdapat kotoran sedikit saja maka dapat menyumbat aliran bahan bakar yang dapat mengganggu kinerja dari sistem bahan bakar. Bila tersumbatnya banyak, bisa jadi mobil tidak dapat dihidupkan karena aliran bahan bakar tersumbat.

Untuk menjaga agar bahan selalu dalam kondisi yang bersih, maka terdapat komponen yang diberi nama dengan FUEL FILTER. Fuel Filter ini dalam bahasa Indonesia berarti saringan bahan bakar. Komponen yang satu ini pasti ada di setiap kendaraan, baik itu mobil ataupun motor, baik itu yang menggunakan bahan bakar bensin atau yang menggunakan bahan bakar solar.

Dari uraian diatas sebenarnya sudah dapat diketahui fungsi dari fuel filter. Tapi agar lebih jelasnya berikut ini kami sebutkan fungsi dari saringan bahan bakar atau fuel filter.

Pada intinya saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring kotoran dan air yang terdapat pada bahan bakar agar nantinya tidak menyumbat aliran bahan bakar yang dapat menimbulkan berbagai masalah.
Biasanya fuel filter ini diletakkan diantara tangki dan juga pompa bahan bakar. Pada saringan bahan bakar untuk mobil bensin, elemen filter yang berada didalamnya, dapar menurunkan kecepatan aliran bahan bakar, sehingga air dan partikel kotoran yang massanya lebih berat dari bahan bakar akan turun dan mengendap dibawah.

Saringan bahan bakar ini umumnya tidak bisa dibuka, namun dapat dibersihkan apabila kotorannya belum parah. Bila sudah parah maka lebih baik diganti, dan bila rusak juga harus diganti karena tidak dapat dibuka dan dibersihkan. Berikut ini adalah penampakan dari fuel filter atau saringan bahan bakar pada mobil yang berbahan bakar bensin.  

Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar
Fungsi Fuel Filter pada Sistem Bahan Bakar
Sumber: BisaOtomotif.com

Baca Selengkapnya>

Custom Search