Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder Mobil Kijang

Ini Dia Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder Mobil Toyota Kijang - Pada mobil khusunya toyota kijang memiliki 12 baut pengikat kepala silinder. Dimana dalam proses pengencangan maupun pengendoran harus dilakukan secara berurutan agar tidak terjadi kebengkokkan kepala silinder. 

Selain berurutan dalam proses pengencangan maupun pelepasan juga harus dilakukan secara bertahap, jangan satu baut sudah kencang sedangkan yang lainnya masih sangat kendor. Intinya harus dilakukan secara bertahap.

Begitu juga ketika kita hanya memeriksa kekencangan baut kepala silinder, juga harus dilakukan dengan berurutan dan bertahap. Kemudian kekencangan baut kepala silinder antara yang satu dengan yang lainnya haruslah sama, tujuannya sama yaitu untuk menghindari terjadinya kebocoran maupun kebengkokan kepala silinder. 

Agar kekencangannya sama antara satu dengan yang lainnya maka dibutuhkan alat yang bernama kunci momen. Kunci momen ini memiliki spesifikasi kekencangan yang dapat di atur. Apabila sudah sesuai spesifikasi kekencangan yang telah kita atur maka akan timbul bunyi, dan lain sebagainya.

Di dalam buku manual toyota seri k, untuk toyota kijang seri k (2K, 3k - H, 4k, 5k, 7K) momen spesifikasi kekencangan baut kepala silinder adalah 5,4 - 6,6 kgfm.

Urutan Pengencangan Bau Kepala Silinder Mobil Toyota Kijang
Untuk pengencangan baut kepala silinder dimulai dari arah dalam, bisa dengan metode obat nyamuk atau secara silang. Berikut ini merupakan gambarnya :

Metode silang
Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder
Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder
Metode Melingkar (Obat Nyamuk)
Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder
Urutan Pengencangan Baut Kepala Silinder
Anda boleh memilih salah satu cara untuk mengencangkan baut kepala silinder, boleh dengan metode silang maupun melingkar. Bila ada pertanyaan silahkan melalui komentar atau hubungi kami pada halaman contac.

O iya baru ingat, selain urutan pengencangan yang harus berurutan, juga dalam mengencangkan baut kepala silinder juga harus secara bertahap. Jangan sampai baut yang satu sudah kencang dan yang lain masih kendor. Jadi harus bertahap, misal kencangkan semua baut dengan kekencangan 3 kgfm terlebih dahulu, kemudian meningkat dengan kekencangan 4 kgfm, kemudian 4,5 kgfm dan seterusnya. Tujuannya adalah sama supaya tidak terjadi kerusakan pada kepala silinder seperti melengkung, bocor dan lain sebagainya.

Sumber: bisaotomotif.com

Comments