Ini Dia 4 Penyebab Utama Mobil Turun Mesin

4Penyebab Utama Mobil Turun Mesin - Oke pada kesempatan ini akan merangkum sebuah artikel dengan tema overhaul mesin mobil. Overhaul ini sering disebut dengan istilah turun mesin, karena didalam pekerjaan tersebut memang mesin diturunkan dari mobil untuk diperiksa secara teliti dan diperbaiki. Overhaul merupakan suatu langkah dalam memperbaiki mesin mobil dengan menurunkan membongkar mesin dan diperiksa dengan sangat teliti sehingga didapat data yang valid.

Data yang sudah diperoleh, selanjutnya akan dibandingkan dengan spesifikasi yang terdapat pada buku manual, bila hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada maka perlu tindakan selanjutnya apakah diperbaiki atau diganti kompenenya dengan yang baru. Kalau sudah diperbaiki dan yakin bahwa tidak ada masalah lagi langkah selanjutnya adalah merakitnya seperti sediakala.

Untuk melakukan turun mesin tentunya perlu dilakukan analisa terlebih dahulu, ada beberapa gejala yang merupakan tanda-tanda mesin harus di over haul seperti asap putih keluar dari knalpot, mesin mogok, oli berubah warna jadi putih kecoklat-coklatan karena bercampur dengan air, adanya suara yang abnormal dan lain sebagainya.

Pekerjaan turun mesin atau overhaul ini tidaklah mudah, dan butuh waktu yang tidak sebentar. Makanya ongkos untuk overhaul ini tidak murah, bisa mencapai 1 juta rupiah bahkan lebih tergantung kerusakan yang terjadi.

Kalau ditanya mau apa tidak mesin mobil rusak, pasti jawabnya tidak. Tetapi adakalanya umur dari mobil mengharuskan untuk dilakukan over haul, tetapi dibalik itu semua ada beberapa cara untuk mencegah atau membuat mesin lebih awet agar tidak rusak vatal yang mengharuskan untuk di over haul, seperti ganti oli secara rutin, pemakaiannya benar, service dan perawatan berkala dan lain sebagainya.

Selain itu juga perlu diketahui beberapa penyebab mesin di overhaul, agar nantinya kita dapat mencegah dan lebih waspada agar mobil tidak mudah rusak yang membuatnya harus di overhaul. Berikut kami sebutkan 3 Penyebab Mesin Mobil Turun Mesin.

Ini Dia 4 Penyebab Utama Mobil Turun Mesin
Ini Dia 4 Penyebab Utama Mobil Turun Mesin

1. Overheating - penyebab utama mobil turun mesin

Pernahkah mobil anda mogok? Jika iya apa penyebabnya? bensin habis? busi mati? atau yang lain?. Salah satu penyebab mobil mogok adalah over heating, dan akan menimbulkan beberapa kerusakan seperti kepala silinder melengkung yang akan membuat oli dapat bercampur dengan air sehingga perlu dilakukan perbaikan. Perbaikannya meliputi pelepasan kepala silinder dan diratakan, jadi tidak total semua dibongkar, melainkan setengahnya saja. Pekerjaan ini sering disebut dengan semi overhaul.

Langkah antisipasinya adalah, apabila temperatur mesin sudah berada di level HOT (H), sebaiknya mesin segera dimatikan dan dilakukan pengecekan lebih lanjut. Umumnya over heating disebabkan oleh sistem pendingin yang tidak bekerja secara normal, seperti kipas radiator mati, air pendingin habis karena terjadi kebocoran, dan lain sebagainya.

Bila ditemukan penyebab utamanya, maka coba minta bantuan kepada bengkel terdekat untuk dilakukan perbaikan, atau bila tidak memungkinkan diperbaiki di tempat maka mobil akan diderek sampai ke bengkel mobil.

2. Pelumasan buruk, oli kurang/habis - penyebab utama mobil turun mesin

Penyebab yang kedua mobil turun mesin adalah sistem pelumasan yang buruk, bisa juga oli mesin yang habis. Sistem pelumasan pada mobi memiliki fungsi yang sangat-sangat penting, yaitu untuk melumasi secara kontinyu komponen-komponen mesin yang bergerak dan bergesekan, tentu apabila tidak ada pelumasan akan membuat komponen-komponen tersebut mengalami kerusakan.

Pernah terjadi kasus, oli mesin tinggal satu liter dan sudah berlangsung selama 1 bulan. Hasilnya terjadi kerusakan pada bantalan poros engkol, yang mengharuskan untuk diganti. Gejala yang timbul adalah suara yang abnormal.

Untuk mengantisipasi agar oli tidak kurang atau habis adalah dengan secara rutin memeriksa jumlah oli melalui deep stick oil. Serta tentunya harus dilakukan penggantian oli mesin secara berkala. Yang tidak kalah penting adalah perhatikan juga indikator oli di dashbord mobil. Apabila indikator tekanan oli tersebut menyala (gambar cangkir ada tetesan) menandakan bahwa terjadi masalah pada sistem pelumasan mobil tersebut seperti tekanan kurang, sirkulasi buruk dan lain-lain dan penyebabnya bisa jadi pompa oli rusak, oli kurang, saringan kotor dan saluran tersumbat.
Bila indikator ini menyala segera diperbaiki, langkah yang dapat anda lakukan dengan mudah adalah dengan memeriksa jumlah oli melalui stick oli. Jika oli tidak mencukupi silahkan ditambah dengan oli yang masih bagus, kemudian periksa juga kebocoran oli jangan sampai setelah anda tambah. selang beberapa hari oli sudah habis lagi.

Bila ternyata bukan disebabkan karena oli kurang, maka bisa bawa ke bengkel untuk mendapatkan perawatan dan perbaikan.

3. Timing belt putus - penyebab utama mobil turun mesin

Dalam mekanisme katup, terdapat timing belt yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari poros engkol ke poros nok. Bila timing belt ini putus, bisa membuat piston dan katup-katupnya saling bertubrukan. Sehingga akan terjadi kerusakan pada katup dan pistonnya. Sehingga memaksa mobil anda harus turun mesin untuk diperbaiki. Tetapi tidak semua mobil yang timing belt putus menyebabkan kerusakan pada katup dan pistonnya, ada juga yang aman-aman dan tidak menyebabkan kerusakan. Semuanya tergantung dari kontruksinya. Yang pasti akan membuat mobil anda mogok dan tidak bisa dihidupkan. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa yang terbaik adalah pecegahan, yaitu dengan mengganti timing belt secara rutin. Biasanya sekita 65.000 - 80.000 km, timing belt sudah diganti.

4. Mobil kemasukan air (water hammer) - penyebab utama mobil turun mesin

Mobil ternyata juga bisa kemasukan air, umumnya air ini dapat masuk melalui saluran hisap ketika mobil berada di jalan yang tergenang air, atau pada saat banjir terjadi. Air yang masuk ini akan ikut berada di ruang bakar, yang mana kita tahu bahwa air bukan merupakan zat yang bisa dikompresi seperti udara. Sehingga bila ditekan oleh piston maka dapat menyebabkan piston menjadi berlubang/ pecah, connecting rod patah, katup bengkok, poros engkol rusak dan juga mobil mogok.

Langkah antisipasinya adalah hindari melalui jalan yang sering tergenang air yang tinggi, dan hidari juga mengendarai mobil pada saat terjadi banjir.

Agar mobil terhindar dari turun mesin, maka perawatan rutin merupakan kunci utamanya. Jadi mobil yang dirawat akan lebih awet bila dibandingkan dengan mobil yang jarang dirawat.

Sumber: bisaotomotif.com

Comments